Moeldoko Pertimbangkan Langkah Hukum terhadap ICW atas Berbagai Tudingan Menyesatkan

Kamis, 22 Juli 2021 : 22.18
Kepala Staf Kepresidenan, Dr Moeldoko/Dok. KSP

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan, Dr Moeldoko tengah mempertimbangkan langkah hukum atas berbagai tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dinilai menyesatkan.

Diketahui, ICW melalui media beberapa waktu lalu menyampaikaan beberapa tudingan dialamatkan kepada Moeldoko.

Melalui sejumlah media, ICW menuduh putri bungsu Moeldoko, Joanina Novinda Rachma, punya kedekatan dengan pihak PT Harsen, produsen obat Ivermectin. ICW menyebut Joanina punya hubungan bisnis dengan Sofia Koswara.

Dikatakan, Sofia berperan membantu PT Harsen dalam memperkenalkan Invermectin ke publik. ICW juga menuding, Sofia bekerjasama dalam impor beras dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), organisasi yang diketuai Moeldoko.

“Itu tuduhan ngawur dan menyesatkan,” sergah Moeldoko dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (22/7/2021) di Jakarta. Moeldoko menampik tuduhan keterlibatan anaknyaa.

"Tidak ada urusan dan kerja sama antara anak saya, Jo, dengan PT Harsen Lab,” kata Moeldoko.

Atas tuduhan kerjasama HKTI dalam impor beras, Moeldoko menyebut tuduhan ini tidak bisa dimaafkan. “Ini menodai kehormatan saya sebagai ketua HKTI,” ujar Moeldoko. HKTI justru berjuang untuk kemandirian petani agar mereka bisa mengekspor beras.

Informasi ICW yang menuding Joanina sebagai Tenaga Ahli di KSP, adalah salah besar. Karena Moeldoko sudah pernah menjelaskan, Joanina hanya pernah magang selama 3 bulan di KSP.

“Saya suruh dia belajar dari para tenaga ahli di KSP selama 3 bulan awal 2020,” tegas Moeldoko. Karenanya, atas berbagai tuduhan tersebut, Moeldoko mempertimbangkan melakukan langkah hukum terhadap ICW. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi