Moeldoko Akui Tindak Kekerasan Dilakukan Satpol PP di Lapangan Masih Terjadi

Jumat, 23 Juli 2021 : 07.21
Kepala Staf Kepresidenan Dr H. Moeldoko/Dok.KSP

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Dr H. Moeldoko mengakui tindak kekerasan yang dilakukan petugas Satpol PP di lapangan masih terjadi.

Hal itu disampaikan saat memberi arahan dalam rapat koordinasi bertajuk “Inspirasi Komunikasi Publik Untuk Penguatan Satpol PP dalam Penegakan Protokol Kesehatan dan Percepatan Pemberian Vaksin Bagi Masyarakat.

Karena itu, dia meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bekerja dengan empati dan hati agar mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari masyarakat.

Saat ini aktor utama dalam penegakan protokol kesehatan (prokes) adalah Satpol PP. Maka berikutnya Satpol PP semestinya berdiri paling depan, baru dibantu oleh TNI dan Kepolisian.

"Rapatkan barisan, karena Anda adalah aktor utama dalam menegakkan prokes saat ini,” ujar Moeldoko dalam rapat secara virtual, Kamis (22/7/2021). Kata dia, negara saat ini sangat berharap banyak pada jajaran Satpol PP untuk menegakkan prokes.

Hanya saja, Moeldoko juga mengaku pihaknya tidak menutup mata dan telinga bahwa terdapat tindakan kekerasan dari Satpol PP di lapangan. Pemimpin harus bisa mengendalikan dan mengenali prajuritnya satu per satu. Tugas pemimpin adalah bisa mengendalikan dengan baik.

Memimpin dengan empati dan hati. Memimpin tanpa kekerasan yang tidak perlu,” tegasnya kepada seluruh Kepala Satpol PP tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota dalam rapat.

Dia sempat berbagi pengalaman saat berhubungan dengan jajaran Satpol PP saat bertugas sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0501 Jakarta Pusat. Ia mengaku banyak terbantu dengan kerjasama antara Kodim dan Satpol PP Provinsi DKI Jakarta.

Saat menjadi Dandim Jakarta Pusat, Moeldoko merasakan betul saat bekerjasama dengan jajaran Satpol PP. "Saya tahu betul dengan tugas dan suka duka Anda semua. Jadi Anda tidak cerita pun, saya sudah sangat mengenal dan tahu,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya selaku panglima, ia selalu memimpin dengan empati dan hati. Melalui pendekatan seperti itu, maka akan selalu melahirkan kebajikan baru dan loyalitas dari semua pihak.

Masyarakat akan memberikan penghormatan dan respect. Untuk itu, Satpol PP harus muncul dengan senyum dan perilaku baik, maka masyarakat akan mengikuti karena sudah loyal.

Mantan Panglima TNI itu memuji Satpol PP semua hebat, waktu yang diberikan dan pengabdiannya luar biasa. "Saya hormat dengan kalian, maka itu organisasikan prajurit kalian dengan baik,” tutup Moeldoko.

Plh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Dr. H. Suhajar Diantoro mengatakan ia paham tingkat kapasitas daerah berbeda-beda.

Daerah yang memiliki anggaran yang memadai bisa memberikan pelatihan Satpol PP dengan baik, dalam kaitannya dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Hal itu berbeda dengan daerah dengan keterbatasan anggaran.

Saat ini kata Suhajar, segala tindakan penertiban harus sesuai aturan. Penegakan hukum harus tegas, namun simpatik dan dan santun, serta dilarang menggunakan kekerasan.

Pihaknya selalu memantau seluruh kegiatan dan hal-hal yang terjadi selama penertiban. Kawan-kawan Kepala Satpol PP, saya yakin dan percaya bahwa kita teguh menjalankan kepemimpinan kita.

"Dalam situasi apapun kita harus menjadi seorang pemimpin yang mendidik dan mengayomi,” jelasnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi