Langgar PPKM Darurat, Resepsi Pernikahan di Borobudur Batal Digelar

Minggu, 11 Juli 2021 : 11.15
Resepsi yang digelar di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Magelang di hentikan oleh Satgas Covid-19 agar tidak dilanjutkan karena menimbulkan kerumunan/Ags.

Magelang - Pernikahan dan resepsi yang digelar oleh salah satu warga di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Magelang di hentikan oleh Satgas Covid-19, Sabtu (10/7/2021).

Penghentian tersebut karena dinilai melanggar aturan prokes dan PPKM Darurat.

Kapolsek Borobudur AKP Sigit Asnawi, SH. saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya bersama tim satgas Covid-19, Kecamatan Borobudur, telah menghentikan resepsi pernikahan di Balkondes Ngadiharjo.

"Iya benar kami bersama tim Satgas Covid-19, Kecamatan Borobudur menghentikan kegiatan tersebut karena melanggar aturan PPKM Darurat," jelasnya.

Kapolsek mengungkapkan awal dari penghentian yang digelar warga karena adanya informasi dari masyarakat, bahwa ada acara hajatan dan resepsi yang digelar ditengah pengetatan PPKM Darurat.

"Setelah kita sampai di lokasi, kita dapati acara resepsi itu melanggar prokes, yakni adanya kerumunan yang melebihi aturan," kata Sigit.

Setelah dilakukan pendekatan persuasif dengan perangkat desa setempat dan panitia serta pemilik hajatan, akhirnya acara resepsi tersebut dihentikan. "Setelah kita beri penjelasan, baik panitia maupun yang bersangkutan bisa menerima, dan acara tidak dilanjutkan," ungkapnya.

Sigit menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi ketentuan dari pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat.

"Tunda dulu kegiatan masyarakat, seperti resepsi, maupun kesenian. Karena kegiatan-kegiatan tersebut bisa menimbulkan kerumunan yang mengakibatkan meningkatnya penyebaran virus Covid-19 makin tinggi," himbaunya.

Perlu diketahui Instruksi Bupati Magelang Nomor 2 Tahun 2021 di masa PPKM Darurat di larang melaksankan hajatan yang dapat mendatangkan kerumunan massa.

Maka dari itu acara resepsi dan kegiatan masyarakat lainnya yang membuat kerumunan dan melanggar aturan prokes dapat dibubarkan. (ags)

Bagikan Artikel

Rekomendasi