KSP Sayangkan Beredarnya Pesan Berantai Ajak Masyarakat Demo Tolak PPKM

Sabtu, 24 Juli 2021 : 12.58
Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro/Dok. KSP

Jakarta - Rencana aksi demonstrasi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang beredar melalui pesan berantai dan berbagai unggahan di media sosial yang mengajak masyarakat untuk turun ke jalan disayangkan Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Dalam pesan berantai itu, aksi turun ke jalan menolak PPKM juga telah dilakukan di beberapa daerah baru-baru ini.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro menyatakan, sebenarnya, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah berkali-kali menyatakan terbuka dan menghargai berbagai kritik dari berbagai pihak.

Juri Ardiantoro menyatakan, kritik tersebut menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan. Termasuk dari pihak-pihak lain seperti akademisi/pakar, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan pihak-pihak yang memberi perhatian terhadap penanganan Covid-19.

Pemerintah memahami kehidupan masyarakat saat ini sedang mengalami tekanan yang tidak ringan, tetapi kebijakan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat harus diambil.

"Untuk menurunkan angka penularan Covid-19 yang sedang tinggi dan mencegah lumpuhnya rumah sakit akibat kewalahan menerima pasien,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (23/7/2021).

Kebijakan pembatasan ini juga dibarengi dengan usaha-usaha untuk meringankan beban hidup masyarakat yang memiliki ketergantungan pada penghasilan harian.

Karenanya, pemerintah menambah bantuan berupa pembagian beras, pendirian dapur-dapur umum, selain yang sudah berjalan seperti subsidi listrik, bansos, BLT dana desa, subsidi kuota internet, Program Keluarga Harapan (PKH), dan kartu sembako.

Saat bersamaan pemerintah membangun sistem yang memudahkan dan meringankan pasien Covid-19. Hal itu termasuk bagi yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) dengan layanan telemedicine dan obat gratis.

Untuk itu, Juri mengimbau penting sekali untuk menghindari aktivitas yang menyebabkan kerumunan. Hal itu seperti aksi-aksi demonstrasi yang bisa menjadi klaster penyebaran Covid-19, dimana saat ini daya penularannya sangat cepat.

Empati dibutuhkan terhadap semua yang berjuang memerangi Covid-19 seperti para tenaga kesehatan, dan saudara-saudara yang sedang berjuang sembuh.

"Demikian juga, kepada aparat yang menjaga masyarakat agar taat protokol kesehatan, dan terhadap masyarakat yang bahu membahu mengatasi pandemi serta berusaha meringankan beban ekonomi,” jelasnya.

Kolaborasi dari semua pihak adalah kunci untuk bisa mengatasi masalah ini. Hal itu bisa dimulai dari bersama-sama mematuhi protokol kesehatan, hingga bergotong royong membantu masyarakat sekitar yang sedang isoman.

Banyak yang membutuhkan obat-obatan dan alat kesehatan lain untuk sembuh dari Covid-19. Mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Mari kita gotong royong bersama dengan pemerintah mengatasi semua kesulitan ini,” harapnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi