Komunikasi sesuai Pola Asuh Remaja Era Digital Kunci Mencegah Penyalahgunaan Narkoba

Rabu, 07 Juli 2021 : 00.00
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menjadi narasumber Halo Apa Kabar Bangli bertema “Peran PKK Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba/Dok. Humas Pemprov Bali

Bangli - Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak atau remaja maka komunikasi sesuai pola asuh remaja era digital menjadi penting dilakukan masyarakat dna para orangtua.

Mencegah kalangan generasi muda menjadi sasaran utama penggunaan dan pengedaran narkoba, TP PKK Provinsi Bali berserta kader kabupaten/kota gencar melakukan sosialisai tentang bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menjadi narasumber Halo Apa Kabar Bangli bertema “Peran PKK Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba,” di Radio RPKB Bangli, Selasa (6/7/2021).

Dalam dialog interaktif yang turut mengundang Kasat Narkoba Polres Bangli AKP I Nyoman Sudarma sebagai narasumber itu, Putri Koster mengatakan penggunaan narkoba layaknya fenomena gunung es.

Parahnya, kelompok pengedar narkoba menjadikan kalangan generasi muda yang merupakan golongan usia produktif sebagai target utama penggunannya. Padahal, lanjut dia, generasi muda merupakan penerus keberlanjutan pembangunan bangsa.

“Apabila anak-anak kita mengkonsumsi narkoba berakibat keracunan di dalam tubuh mereka yang kemuddian dapat merusak saraf organ dalamnya, dan ini sekaligus mengancam pertumbuhan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa tangguh di masa depan,” ucapnya.

Menghindari hal itu, salah satunya solusinya menurut dia, adalah dengan melakukan komunikasi sesuai pola asuh anak remaja era digital ini.

Sebab, lanjut dia, kemajuan teknologi informasi (IT) menjadi dasar dari perkembangan ke depan. Namun bila mereka yang dikuasai oleh teknologi itu sendiri, maka dunia dengan segala pengaruhnya akan menguasai kehidupan mereka.

"Perkembangan teknologi menjadi sangat penting untuk maju dan bersaing di tengah globalisasi, namun jangan pernah melupakan adat ketimuran yang mendahulukan tata krama dan kesopanan serta etika dalam bergaul,” ungkap Putri.

Kepala Satuan Narkoba Polres Bangli AKP. I Nyoman Sudarma mengatakan Polres Bangli pada tahun 2020 mencatat sebanyak 22 kasus pelaku tindak pidana narkoba, sedangkan pada pertengahan tahun 2021 ini saja sudah tercatat 16 kasus.

Ditambahkannya, penting bagi pihak kepolisian untuk turut berperan aktif dalam mensosialisasikan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Karena remaja saat ini membutuhkan pencerahan yang menjelaskan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Bagikan Artikel

Rekomendasi