KKP Dukung Produktivitas Ikan Papuyu sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Kalsel

Minggu, 11 Juli 2021 : 22.16
KKP mendukung penuh peningkatan produksi perikanan nasional terutama untuk komoditas ikan lokal seperti Ikan Papuyu/Dok.KKP

Jakarta - Komoditas Ikan Papuyu merupakan salah satu jenis ikan lokal yang populer dan memiliki nilai ekonomi tinggi di wilayah Kalimantan, karena permintaannya terus mengalami peningkatan, (11/7/2021).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) mendukung penuh produktivitas Ikan Papuyu agar mampu menjadi salah satu komoditas untuk ketahanan pangan juga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb. Haeru Rahayu menyampaikan bahwa kegiatan pengembangan budidaya ikan lokal selaras dengan program pengembangan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal yang menjadi salah satu program terobosan KKP 2021-2024.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan KKP saat ini fokus membangun kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. Sektor perikanan digadang sebagai penyokong ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi dimasa pandemi Covid-19.

Untuk itu KKP mendukung penuh peningkatan produksi perikanan nasional terutama untuk komoditas ikan lokal seperti Ikan Papuyu yang telah dikembangkan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin,” ujar Dirjen yang biasa disapa Tebe dalam keterangannya di Jakarta.

Tebe menyampaikan, mulai dari bantuan benih unggulnya, pakan, pendampingan hingga teknologinya.

Dan salah satu capaian teknologi yang patut kita banggakan yakni keberhasilan BPBAT Mandiangin, sebagai salah satu unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP yang telah berhasil mendomestikasi Ikan Papuyu ini dan mengembangkan teknologi pembenihan sampai dengan pembesarannya.

“Kami sangat mengapresiasi atas capaian dari BPBAT Mandiangin. Ke depan, Pusat akan terus mendukung, agar keberhasilan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," sambungnya.

Ia berharap, produksi perikanan budidaya di sana dapat terus meningkat sehingga kebutuhan pangan terpenuhi dan ekonomi pembudidaya disana otomatis akan naik.

Sementara itu, Kepala BPBAT Mandiangin, Andy Artha Oktopura mengatakan, pengembangan budidaya Ikan Papuyu berbasis kawasan di Kabupaten Banjar diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berbasis kearifan lokal.

Dimana budidaya Ikan Papuyu di Kabupaten Banjar yang tersentral di Kecamatan Karang Intan dengan potensi lahan mencapai 100 hektare memiliki potensi ekonomi mencapai Rp600 miliar per tahun apabila dikembangkan secara optimal dari hulu ke hilir, dan menyerap tenaga kerja kurang lebih 500 – 800 orang per tahun.

Saat ini pemanfaatan lahan budidaya Ikan Papuyu di kawasan budidaya ikan tersebut Kecamatan Karang Intan baru mencapai kurang lebih 10 hektare sehingga perlu terus dikembangkan ke depan untuk mewujudkan Kabupaten Banjar yang maju dan mandiri.

“Guna merealisasikan itu semua, perlu sinergitas program antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten menjadi salah satu kunci dalam mewujudkannya," tutupnya. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi