KKP Amankan Tujuh Nelayan Pelaku Pengeboman Ikan di Perairan Takalar

Sabtu, 31 Juli 2021 : 21.14
Tim PSDKP KKP juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti perahu, kompresor dan hasil tangkapan/Dok. KKP.

Jakarta – Tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan petugas Tim Patroli Pengawas Perikanan Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Takalar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut penangkapan untuk menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan dari praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing).

“Ada tujuh orang pelaku pengeboman ikan yang diamankan aparat kami di wilayah perairan Takalar,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar dalam siaran pers, Sabtu (30/7/2021).

Baca Juga: BAF Larang Eksekusi Kendaraan Tanpa Surat Kuasa

Ketujuh pelaku berinisial SY, SH, MT, MR, DG, GM, MH, ditangkap pada Kamis (29/7/2021) oleh Tim Patroli Pengawas Perikanan Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Takalar.

Tim PSDKP KKP juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti perahu, kompresor dan hasil tangkapan. Kata Antam, pemeriksaan lanjutan sedang berjalan dan kasus ini akan ditangani oleh PPNS Perikanan pada Pangkalan PSDKP Bitung.

Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan, Halid K. Jusuf menyampaikan selain penegakan hukum, pihaknya mendorong langkah-langkah preventif dalam penanganan kasus-kasus destructive fishing (DF), diantaranya melalui kampanye dan sosialisasi dilaksanakan di lokasi rawan DF.

Baca Juga: Kampanyekan #GerakanSejutaVitamin, Pyridam Farma Bagikan Vitamin Gratis untuk Masyarakat

Kata dia, sinergi bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya juga terus diperkuat.

“Pendekatan yang kami kedepankan adalah pencegahan melalui pemberian pemahaman, namun apabila hal tersebut diabaikan maka kami dan aparat penegak hukum lainnya tentu akan mengambil langkah tegas,” ungkapnya.

Selama tahun 2021, KKP telah menangani 24 kasus DF yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Dalam proses tersebut sebanyak 85 orang pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi