Kapal Pengawas KKP Evakuasi Korban Kapal Nelayan Tenggelam di Kalbar

Sabtu, 17 Juli 2021 : 21.44
KKP Kerahkan kapal pengawas bantu evakasi kapal nelayan tenggelam di Perairan Kalbar/Dok, Humas Ditjen PSDKP KKPAS DITJEN PSDKP

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan Kapal Pengawas Perikanan Napoleon 037 membantu Tim SAR Gabungan dalam melakukan pencarian korban dari kapal nelayan yang tenggelam karena cuaca buruk di wilayah perairan Kalimantan Barat.

Kapal yang beroperasi di bawah Stasiun PSDKP Pontianak itu, terus bekerja untuk proses identifikasi korban dan berkoordinasi dalam rangka pemulangan enam orang nelayan asal Jakarta yang berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi tersebut.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar prihatin dengan peristiwa ini.

"Menteri Kelautan dan Perikanan memberi perhatian atas peristiwa ini dan memerintahkan kami mendukung proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan,” jelas Antam Novambar dalam siaran pers, Sabtu (17/7/2021).

Antam menjelaskan. KKP bersama dengan jajaran instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan, saat ini tengah melakukan pencarian dan pertolongan terhadap anak buah kapal (ABK) yang dinyatakan hilang pada kecelakaan 16 kapal dimana 12 diantaranya merupakan kapal nelayan yang tenggelam karena cuaca buruk.

Dijelaskan, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung sampai dengan saat ini, mudah-mudahan kita bisa melakukan langkah-langkah penyelamatan.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa selain memberikan dukungan pencarian dan evakuasi korban tenggelam.

Proses identifikasi dilaksanakan secara efektif dengan bantuan nelayan yang selamat. Ada enam nelayan korban selamat yang akan kami pulangkan segera setelah mereka membantu mengidentifikasi korban lain yang ditemukan.

Diketahui, 16 kapal dimana 12 kapal merupakan kapal nelayan mengalami kecelakaan kerena cuaca buruk di wilayah perairan Kalimantan Barat pada Selasa (13/7/2021) malam dan Rabu (15/7/2021) dini hari.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur maritim masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang belum ditemukan. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi