Gubernur Koster: Pulau Nusa Penida Miliki Daya Tarik Tersendiri dan Kekuatan Spiritual

Sabtu, 24 Juli 2021 : 13.40
Gubernur Koster dalam disela-sela inspeksi mendadak ke Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung/Dok. Humas Pemprov Bali

Semarapura - Gubernur Bali Wayan Koster meyakini Nusa Penida adalah Pulau yang memiliki kekuatan spiritual luar biasa dan memiliki daya tarik tersendiri.

Hal itu disampaikannya saat Gubernur Koster dalam disela-sela inspeksi mendadak ke Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida pada, Jumat (23/7/2021).

Koster dalam sidaknya menyampaikan pembangunan Pelabuhan Sampalan merupakan program infrastruktur darat, laut, udara secara terkoneksi dan terintegrasi.

Dimana pada tahun ini, ada 3 pelabuhan yang dibangun, yaitu 1). Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida; 2). Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan; dan 3). Pelabuhan Sanur di Denpasar.

“Saya bangun disini, supaya betul-betul dapat melayani kebutuhan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas ke Denpasar atau ke Klungkung daratan, dan daerah lainnya dengan cara menyebrang laut,” ujar Koster didampingi Wagub Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati, Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Kadishub Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta.

Keberadaan Pelabuhan Sampalan pada khususnya juga sangat diharapkan masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonomi maupun spiritual. Alasannya, karena di Nusa Penida terdapat Pura yang sangat disucikan dan dimuliakan oleh masyarakat Bali, yaitu Pura Ratu Gede Dalem Ped.

“Apalagi saat Pujawali sangat banyak umat Hindu yang ke Nusa Penida, dan selama ini salah satu kendala yang dialami umat ialah masalah prasarana transportasi,” katanya.

Dibangunnya Pelabuhan Sampalan tentu akan menjadi fasilitas pendukung utama bagi wisatawan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Karena Saya ikuti perkembangannya, Nusa Penida telah menjadi destinasi wisata yang terbaik di dunia, diantara destinasi yang Kita miliki di Provinsi Bali ini.

Untuk itu seluruh stakeholder agar bersama-sama menjaga dengan baik Pulau Nusa Penida. Karena Wayan Koster meyakini Nusa Penida adalah Pulau yang memiliki kekuatan spiritual luar biasa dan memiliki daya tarik tersendiri.

“Saya titip kepada Bapak Bupati Klungkung dan masyarakat di Nusa Penida, agar memahami semua tata titi yang ada di Nusa Penida, karena ini wilayah yang sakral. Begitu juga pembangunannya juga harus ditata, dimana boleh membangun dan dimana tidak boleh membangun," pesan alumnus ITB itu.

Pihaknya sedang membuat perencanaan tata ruang khusus untuk Nusa Penida, agar pembangunan kedepannya bisa diarahkan dan dikelola dengan baik, supaya tidak kacau balau kedepan dan Pulau yang istimewa ini tidak rusak keberadaannya.

“Semula ada kendala karena perijinan untuk pengerukan di laut dan reklamasi yang belum keluar, dan sekarang sudah keluar, sehingga PT. Nindya Karya yang menjadi pelaksana pembangunan pelabuhan di Bias Munjul ini sudah bisa kembali bekerja,” ungkap mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Kata Wayan Koster, inilah satu program yang sangat monumental di Nusa Penida, karena belum pernah ada pelabuhan besar seperti ini yang dibangun.

Mengingat sejak lama atau Nusa Penida ini ada, belum pernah ada pelabuhan sebesar ini. Pelabuhan ini juga Saya kira akan menjadi salah satu fasilitas yang membanggakan, tidak saja untuk Nusa Penida, Klungkung dan masyarakat Bali, tapi juga untuk masyarakat Indonesia pada umumnya.

Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida, Dewa Ketut Anom Astika menyampaikan rasa syukur dan bangganya, karena Pelabuhan yang dibuat oleh Pemerintah ini berada di wewidangan Desa Adat Dalem Setra Batununggul.

Berdirinya pelabuhan ini, masyarakat dalam melakukan aktivitas akan semakin lancar. Harapan kedepan, pelabuhan ini mampu memberikan fasilitas yang memadai dan nyaman bagi masyarakat.

"Mampu membawa masyarakat Kami berkembang lebih maju lagi,” kata Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi