Gubernur Koster Pastikan Pembangunan di Bali Seimbangkan Semua Sektor

Selasa, 20 Juli 2021 : 11.04
Gubernur Bali Wayan Koster membuka musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Perubahan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018-2023 secara virtual di Jayasabha, Denpasar/Dok. Pemprof Bali,

Denpasar - Gubernur Bali, Wayan Koster terus berupaya penuh mengarahkan pembangunan perekonomian Bali ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada satu sektor saja namun mencapai keseimbagan semua sektor.

"Harus menyeimbangkan semua sektor, yaitu pariwisata, perikanan, pertanian dan Industri untuk menopang perekonomian Bali, " tegasnya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Perubahan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018-2023 secara virtual di Jayasabha, Denpasar, Senin (19/7/2021).

Dia mengapresiasi atas kerja keras semua pihak dalam mensinkronisasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018-2023.

Meski demikian, ada beberapa catatan di dalam mengimplementasikan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali agar lebih tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat.

Dia menekankan arah pembangunan dalam perubahan RPJMD agar fokus pada pembangunan perekonomian Bali.

"Kita berkaca saat ini, dimana Covid-19 menghantam kita semua, sektor pariwisata Bali juga sangat terpukul dan mengakibatkan perekonomian Bali mengalami kontraksi, kata Wayan Koster.

Lebih lanjut mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, bahwa situasi pandemi juga telah menjadi pelajaran dan introspeksi kita bersama di dalam mengelola Bali.

Bupati/Walikota serta seluruh stakeholder diajak tetap bekerjasama mengelola Bali dengan terintegrasi dan terpola menjadi satu kesatuan yaitu satu pulau, satu pola dan satu tata kelola sesuai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Hal itu, harus menjadi spirit kita bersama dalam mengelola Bali, juga harus linear dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Kabupaten/Kota.

Hal itu penting agar pembangunan di Bali bisa lebih efektif, efisien dan tepat sasaran, serta menghindari pemborosan anggaran di masing-masing pemerintah daerah.

Ia mengajak semua peserta memanfaatkan momentum Musrenbang ini agar mampu merumuskan kebijakan pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

"Kita tinggalkan sesuatu yang normatif, saatnya kita satukan komitmen bersama mewujudkan pembangunan Bali yang benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat menuju Bali Era Baru", sebutnya.

Pada acara Musrenbang Gubernur Bali menyetujui perubahan administratif dokumen RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023, mengingat adanya perubahan kebijakan nasional maupun daerah serta dinamika perkembangan dan pembangunan daerah, termasuk adanya dampak pandemi Civid-19 yang sangat meluas bagi pembangunan dan kehidupan masyarakat.

Sebelumnya Kepala Bappeda Pemprov Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra melaporkan musrenbang merupakan wahana parsitipatif dalam merencanakan kebijakan arah pembangunan Bali.

Tahun ketiga RPJMD 2018-2023 telah mengalami berbagai dinamika baik dari pusat maupun daerah serta adanya pandemi Covid-19, sehingga harus melaksanakan refocusing anggaran.

"Semua dinamika tersebut mengharuskan kita untuk menyesuaikan lagi RPJMD yang telah kita susun sebelumnya, imbuhnya.

Beberapa program pembangunan tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memang mengalami perubahan, namun beberapa program kebijakan menyangkut pembangunan berbasis ikonik Bali akan tetap dipertahankan.

Turut hadir Direktur Regional I Kementerian PPN/Bappenas RI, Uke Mohammad Hussein, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, DR. Hari Nur Cahya Murni, M.Si, dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Drs. Astera Primanto Bhakti, M.Tax Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati secara virtual. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi