Gubernur Bali: PPKM Kebijakan Sulit Namun Harus Dilakukan agar Masyarakat Terhindar Covid-19

Senin, 26 Juli 2021 : 22.42
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan beras untuk masyarakat Bali yang terdampak pandemi Covid-19 kepada Bupati/Walikota se-Bali/Dok. Humas Pemprov Bali,

Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembatasan kegiatan masyarakat seperti dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat merupakan kebijakan yang sulit namun harus dilakukan demi melindungi masyarakat dari paparan virus corona atau Covid-19.

Hal itu ditegaskan Koster saat menyerahkan bantuan beras untuk masyarakat Bali yang terdampak pandemi Covid-19 kepada Bupati/Walikota se-Bali, yang ditandai dengan pemecahan kendi dan pelepasan kendaraan truk pengangkut beras ke 9 Kab/Kota di Kediaman Jayasabha, Denpasar, Senin (26/7/2021).

Gubernur Koster meminta kepada bupati dan wali kota se Bali agar bantuan beras ini segera didistribusikan kepada masyarakat Bali dengan mengutamakan asas ketepatan.

Dengan memperhatikan kondisi masyarakat yang benar – benar terdampak Covid – 19, serta belum pernah tersentuh bantuan – bantuan lainnya.

Baca Juga: Pemprov Bali Catat SiLPA Tahun 2020 Sebesar Rp192,85 Miliar

“Sesampainya di Kab/Kota masing – masing, segera disampaikan kepada masyarakat Bali yang membutuhkan. Dipastikan penyaluran tepat sasaran, untuk itu para Kepala Daerah perlu koordinasi bersama Perbekel/Lurah dan Bendesa Adat di masing – masing wilayahnya,” ujarnya kepada Bupati/Walikota se-Bali.

Gubernur juga menyampaikan apresiasinya kepada ASN Pemprov Bali yang menunjukkan empati kepada masyarakat melalui pengumpulan dana untuk membeli beras yang merupakan kebutuhan pokok makanan sehari-hari.

Pihaknya mengajak krama Bali untuk terus mematuhi dengan tertib segala kebijakan yang diambil oleh Pemerintah dalam menghindari penularan Covid – 19.

“Saya sangat memahami, pembatasan – pembatasan yang diterapkan sangat memberatkan dan menyulitkan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari – hari. Kebijakan yang sulit, namun harus dilakukan agar seluruh krama Bali terhindar dari penularan pandemic,” pungkasnya.

Baca Juga: PPKM Darurat, Kebutuhan Uang di Bali Rp37,4 Miliar per Hari

Bantuan beras untuk meringankan beban masyarakat ini berasal dari punia Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang diinisiasi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Dilandasi semangat gotong royong dan tulus ikhlas untuk membantu masyarakat yang mengalami kesusahan di tengah pandemi Covid-19.

Seluruh ASN Pemprov Bali mulai dari pejabat eselon I, II, III, IV, staf serta semua pejabat fungsional dalam waktu singkat secara sukarela ikut bergotong royong mapunia sebagai bentuk kepedulian. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi