Dinilai Tidak Etis, YLKI Serukan Tolak Vaksinasi Berbayar

Minggu, 11 Juli 2021 : 20.39
Vaksinasi di Denpasar Bali/Dok.Kabarnusa

Jakarta - Penolakan terhadap kebijakan vaksinasi berbayar terus disuarakan masyarakat termasuk Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Publik dikejutkan dengan vaksin gotong royong yang berbayar, yang dijual di apotek apotek tertentu.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menilai kebijakan Vaksin berbayar itu tidak etis, di tengah pandemi yang sedang mengganas. Oleh karena itu, vaksin berbayar harus ditolak.

"Kebijakan ini bisa jadi hanya akan makin membuat masyarakat malas untuk melakukan vaksinasi," katanya dalam siaran pers, Minggu (11/7/2021).

Yang digratiskan saja masih banyak yang malas (tidak mau), apalagi vaksin berbayar. Satu hal kata Tulus yang juga membingungkan masyarakat, mengapa ada vaksin berbayar, dan ada vaksin gratis. Dari sisi komunikasi publik sangat jelek.

Vaksin berbayar juga bisa menimbulkan 'distrust' pada masyarakat, bahwa yang berbayar dianggap kualitasnya lebih baik, dan yang gratis lebih buruk kualitasnya.

Di banyak negara, justru masyarakat yang mau divaksinasi Covid-19, diberikan hadiah oleh pemerintahnya. Ini dengan maksud agar makin banyak warga negaranya yang mau divaksin. Bukan malah disuruh membayar.

Oleh karena itu, YLKI mendesak agar VGR berbayar untuk kategori individu dibatalkan. Kembalikan pada kebijakan semula, yang membayar adalah pihak perusahaan, bukan individual. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi