Akselerasi Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Bali Canangkan Vaksinasi Anak

Minggu, 04 Juli 2021 : 22.02
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra/Dok. Humas Pemprov Bali

Denpasar - Vaksinasi bagi anak usia 12 – 17 tahun rencananya akan dicanangkan Gubernur Bali I Wayan Koster sekaligus dimaksudkan mengakselerasi rencana pembelajaran tatap mula, khususnya jenjang SMP dan SMA.

Gubernur Bali Wayan Koster dijadwalkan melakukan pencanangan dimulainya vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun di Provinsi Bali, Senin (5/7/2021).

SMAN 4 Denpasar akan menjadi pusat pencanangan vaksinasi Covid-19 untuk anak yang diikuti secara serentak di seluruh kabupaten/kota oleh bupati atau wali kota.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan rencana itu dalam keterangan persnya Minggu (4/7/2021).

Dikatakan, pencanangan ini merupakan bagian dari upaya percepatan program vaksinasi sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/ 1727 /2021 Tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun.

Indra menegaskan, vaksinasi bagi anak usia 12 – 17 tahun itu juga dimaksudkan mengakselerasi rencana pembelajaran tatap mula, khususnya jenjang SMP dan SM memasuki tahun ajaran baru.

Beberapa hal penting yang mesti diperhatikan dalam pemberian vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun.

Pertama, kata Indra, pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di sekolah, madrasah, pesantren berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil/Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan.

Kedua, mekanisme skrining, pelaksanaan dan observasi sama seperti vaksinasi pada usia >18 tahun. Ketiga, peserta vaksinasi harus membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.

"Keempat, pencatatan dalam aplikasi PCare vaksinasi dimasukkan dalam kelompok remaja," sambungnya.

Hal penting lain yang harus menjadi perhatian petugas adalah vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari.

Dewa Indra mengharapkan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 ini. Sebab, data terbaru menunjukkan bahwa kecenderungan penularan pada anak belakangan makin mengkhawatirkan.

Data hingga tanggal 29 Juni 2021 pukul 18.00 WIB mencatat lebih dari 2 juta orang di Indonesia terkonfirmasi Covid-19, dimana 10,6% diantaranya yaitu lebih dari 200 ribuan merupakan kasus aktif.

Dari jumlah tersebut, hampir 260 ribu kasus terkonfirmasi merupakan anak usia 0-18 tahun, dimana lebih dari 108 ribu kasus berada pada rentang usia 12-17 tahun.

Tercatat pula, lebih dari 600 anak usia 0-18 tahun meninggal, 197 diantaranya berumur 12-17 tahun dengan angka Case Fatality Rate pada kelompok usia tersebut adalah 0,18%.

Pada bulan Juni ini, pemerintah juga memberi suntikan vaksinasi tahap 3 bagi kelompok rentan dan masyarakat umum. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi