Wujudkan Zona Hijau Covid-19, GKY Kuta Gelar Vaksinasi

Senin, 21 Juni 2021 : 18.18
Ketua Komisi II DPRD Badung IGN Anom Gumanti (kanan) bersama Pendeta GKY Emanuel Cahyanto (dari kiri ke kanan), Lurah Legian Made Madia Surya Natha dan Camat Kuta Nyoman Rudiarta memantau vaksinasi/Dok. GKY Kuta.

Kuta - Guna mewujudkan zona hijau Covid-19 Gereja Kristus Yesus (GKY) Kuta Bali bersama Pemerintahan Desa Legian Kuta dan Dinas Kesehatan Badung menggelar vaksinasi yang menargetkan 1.800 warga.

Target vaksinasi sesuai koordinasi GKY bersama pihak Kelurahan Legian dan Dinas Kesehatan Badung menyasar 600 orang per hari atau 1.800 warga selama tiga hari.

"Yang menjadi sasaran sebagian besar adalah pengusaha dan karyawan usaha pariwisata di Legian serta masyarakat umum, kalau dari jemaat gereja hanya sekitar delapan persen," kata Pendeta Gereja Kristus Yesus (GKY) Emanuel Cahyanto,di sela-sela kegiatan vaksinasi di lingkungan GKY, Senin (21/6/2021).

Menurut Pendeta Cahyanto, keterlibatan GKY dalam kegiatan vaksinasi untuk mendukung program pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 agar zona hijau segera terwujud dan masyarakat bisa menikmati kehidupan lebih baik.

Ketua Komisi II DPRD Badung IGN Anom Gumanti didampingi Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Sekcam Kuta Made Agus Suantara, dan Lurah Legian Made Madia Surya Natha memantau langsung Vaksinasi di GKY Kuta Bali ini.

Dalam kesempatan itu, Anom Gumanti mengatakan vaksinasi Covid-19 di Badung telah mencapai 90 persen dan akan dilanjutkan hingga tuntas.

“Kami mendorong eksekutif melakukan vaksinasi secara masif dan meningkatkan protokol kesehatan masyarakat sebagai salah satu syarat mendeklarasikan zona hujau,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Badung ini.

Pihaknya berharap, dengan capaian vaksinasi dan prokes yang ketat, pariwisata di Kuta dan Badung secara menyeluruh bisa dibuka untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dia memberikan apresiasi yang tinggi atas kerjasama dan gotong royong dari berbagai pohak untuk melaksanakan vaksinasi di Kecamatan Kuta.

"Seperti sekarang ini Pak Pendeta dan pengurus GKY memberikan dukungan tempat, tenaga, dan konsumsi bagi tenaga kesehatan, sungguh partisipasi yang luar biasa,” tutunya.

Tak lupa dia berpesan seiring dengan dimulainya kedatangan wisatawan domestik agar seluruh warga termasuk yang sudah divaksinasi tetap menjalankan dengan ketat prokes yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) dari kerumunan.

Dikatakan, Kabupaten Badung yang bertumpu sektor pariwisata harus melaksanakan 3M dengan disiplin tinggi untuk memberikan kepercayaan dan rasa aman kepada wisatawan.

Dengan kesiapan masyarakat dan seluruh industri pariwisata dalam mematuhi prokes, pihaknya sudah menyampaikan aspirasi masyarakat Badung yang mengandalkan perekonomian dari sektor pariwisata, agar pemerintah pusat bisa segera membuka pariwisata internasional.

Sementara, Camat Kuta Nyoman Rudiarta mengatakaan vaksinasi di Kuta hingga Juni menyasar 51.000 warga atau 92,7 persen dengan 17 ribu di antaranya adalah dari pelaku pariwisata.

Diperkirakan masih ada sekitar 4.500 warga masyarakat yang belum divaksinasi. Untuk mempercepat penuntasan vaksinasi ini, pihaknya meningkatkan kerja sama dengan swasta, seperti halnya dengan GKY Kuta Bali.

Vaksinaksi dilakukan ini menggunakan vaksin jenis AstraZeneca dan untuk tahap kedua akan dilakukan setelah tiga bulan yakni pada September 2021 mendatang.

"Saat ini Kuta telah siap jika pariwisata internasional dibuka, seperti yang telah disampaikan saat koordinasi dengan Pak Menteri Parekraf, dan desa adat siap membantu mengawasi penerapan protokol kehatan,” imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi