Tuntut Pengembalian Dana Investasi, 43 Korban BTC 88 Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 15 Juni 2021 : 21.12
Aksi para perwakilan korban di rumah Gusti Ayu pada 10 Maret 2021/ist

Denpasar - Puluhan korban investasi Best Trading Community (BTC) 88 di Bali tengah menyiapkan gugatan ke pengadilan terhadap penanggung jawab BTC 88, Gusti Ayu Putu Antiyastuti.

Langkah ini dilakukan lantaran, Gusti Ayu dinilai tak kunjung menepati janji untuk mengembalikan uang para korban yang berinvestasi trading di BTC 88.

Ketua Forum Korban BTC 88, Made Wiranata menjelaskan, kasus dugaan investasi bodong ini berawal pada pertengahan tahun 2019 mereka mendapat penawaran investasi dari Gusti Ayu dengan nilai bunga yang sangat menggiurkan.

"Pengembaliannya sebesar 17 persen untuk modal dan profit setiap bulan selama 12 bulan atau satu tahun," tuturnya didampingi kuasa hukum Nyoman Agung Sariawan.

Selain itu, modal yang mereka investasi dijamin aman oleh Gusti Ayu dengan memberikan selembar sertifikat jaminan yang ditandatangani bermateraikan Rp6 ribu.

Namun baru berjalan 4 bulan, Gusti Ayu langsung mengaku loss (rugi) sehingga investasi dihentikan. Kepada para investor, dia berjanji akan mengembalikan uang mereka sesuai dengan perjanjian.

Bahkan, dalam pertemuan dengan para korban di Kantor BTC 88 di seputaran Jalan Tukad Badung Denpasar, 5 Januari 2020 ia berjanji akan mengembalikan uang para investor itu dalam 6 bulan kedepan.

Hanya saja, hingga saat ini, belum pernah mengembalikan uang para korban.

Diketahui, mereka yang ikut dari pertama, sudah dapat pengembalian 17 persen selama empat bulan. Ada yang sudah dapat tiga bulan, dua bulan dan satu bulan tergantung sudah berapa lama mereka ikut. Tetapi modal itu modal saja belum kembali.

"Ada yang belum dapat sama sekali kalau baru ikut karena langsung stop," ungkapnya.

Made Wiranata menyebutkan, jumlah korban diperkirakan lebih dari 200 orang dengan total nilai investasi Rp6 miliar lebih. Hanya saja, yang baru tergabung dalam forum korban BTC 88 sebanyak 43 orang dengan total nilai investasi Rp1,5 miliar.

Sebenarnya, para korban sudah berulang meminta pengembalian uang mereka. Pada 10 Maret 2021 beberapa perwakilan korban melakukan unjuk rasa di rumah Gusti Ayu di Sading Kecamatan Mengwi.

"Saat itu, Ibu Gusti Ayu mempersilahkan kami untuk melakukan gugatan," sambung Wiranata.

Karenanya, mereka menunjuk dan berkoordinasi dengan kuasa hukum untuk siap melakukan gugatan ke pengadilan. Kuasa hukum Forum Korban BTC 88, Nyoman Agung Sariawan, SH mengatakan, setelah para korban membuat forum dan dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukum.

Dirinya akan melakukan gugatan perdata ke pengadilan dengan menggunakan Undang - Undang RI Nomor 10 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang - Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Disebutkan, pasal 49 mengatakan: "Setiap pihak dilarang melakukan kegiatan perdagangan berjangka, kecuali kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan Undang - Undang ini dan/atau peraturan pelaksanaannya.

"Kami menggunakan Undang - Undang ini karena patut diduga BTC 88 ini bukan badan hukum karena bukan PT atau CV," katanya. Apalagi, BTC 88, telah melakukan penghimpunan dana masyarakat untuk kegiatan investasi atau trading, sehingga harus memiliki izin atau legalitas.

Menanggapi upaya hukum yang tengah disiapkan investor BTC 88, Gusti Ayu Putu Antiyastuti mengatakan, BTC 88 bukanlah trade abal - abal. Atas tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan yang dialamatkan kepada dirinya juga tidaklah benar.

"Semua dana yang dimasukan oleh para member sudah loss. Itu diperkuat dengan bukti transfer dari member hingga kepada pihak broker," tuturnya dikonfirmasi wartawan secara tepisah.

"Loss merupakan salah satu resiko dari bisnis forex. Dan pihak kami sudah sering melakukan mediasi dan kami juga sudah pernah memperlihatkan bukti loss kepada para perwakilan," dalihnya.

Ayu juga menegaskan, awalnya dirinya tidak pernah menjanjikan bahwa akan mengembalikan uangnya member jika terjadi loss atau kerugian. "Dan sertifikat itu bukanlah untuk penjaminan modal akan kembali," sergahnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi