TMMD Ajak Warga Karangasem Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Senin, 28 Juni 2021 : 02.00
(TMMD) Ke-111 Tahun 2021 Kodim 1623/Karangasem Balai Subak, Desa Adat Bukit Galah, Banjar Dinas Sogra, Sebudi, Selat Kabupaten. Karangasem/Dok. Kodim Karangasem.

Amlapura - Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-111 Tahun 2021 Kodim 1623/Karangasem memberikan pemahaman kepada warga tentang bagaimana menangkap bahaya paham radikalisme dan terorisme.

Hal itu menjadi bagian dari kegiatan non fisik dengan menggelar penyuluhan bahaya terorisme dan paham radikalisme kepada masyarakat. Acara bertempat di Balai Subak, Desa Adat Bukit Galah, Banjar Dinas Sogra, Desa Sebudi Kecamatan. Selat Kabupaten. Karangasem, Senin (28/6/2021).

Kanit Reskrim Polsek Selat Ipda I Gusti Ketut Tresna Ari Subekti, SH selaku narasumber dalam kegiatan penyuluhan tersebut menyampaikan bahwa "selama kegiatan TMMD selain mengerjakan kegiatan Fisik Pembangunan Jembatan juga dilaksanakan kegiatan Non Fisik.

Salah satunya penyuluhan/Sosialisasi tentang paham Radikalisme dan Teroris yang merupakan wujud sinergitas TNI dan Kepolisian dalam memberikan pengetahun dan upaya pencegahan Paham Radikalisme kepada masyarakat diwilayah Bukit Galah," jelasnya.

Pengertian Radikalisme yaitu merupakan suatu paham yang bisa memengaruhi kondisi sosial politik suatu negara. Radikalisme kini sangat erat kaitannya dengan konsep ekstremisme dan terorisme.

Radikalisme adalah paham atau aliran yang terkait dengan perubahan besar dan ekstrem.

Radikalisme adalah gerakan yang sudah ada sejak abad ke-18 di Eropa. Kini radikalisme adalah konsep yang banyak ditentang dan diperangi karena banyak terkait dengan kekerasan," ujarnya.

"Faktor penyebab Radikalisme diantaranya sikap tidak toleran dan tidak mau menghargai pendapat orang lain, Fanatik dan tidak menghargai keyakinan Agama orang lain.

Selain itu ada faktor politik dan faktor sosial yang menyebabkan timbulnya paham radikal.

Juga, faktor psikologis dan pendidikan sangat mempengaruhi seseorang memiliki paham radikal contohnya kegagalan seseorang dalam meraih cita citanya menyebabkan mereka frustasi.

Akibatnya, timbul sifat radikal dengan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan kelompok mereka," pungkasnya.

"Bahaya radikalisme antara lain memakan banyak nyawa manusia, meresahkan banyak umat, menimbulkan banyak kerusakan, merugikan ekonomi, menghilangkan rasa kasih sayang dan merusak kehidupan beragama di Indonesia," imbuhnya.

Idiologi Radikalisme memiliki tujuan untuk menghancurkan sendi kehidupan dan keutuhan suatu Negara sehingga masyarakat wajib mengetahui dan berupaya mencegah paham ini masuk kewilayah Bukit Galah.

Adapun stategi mengatasi Radikalisme yaitu Kontra Radikal, Kontra Naratif, Preventive Justicial dan Deradikalisasi Kontra Radikal digunakan dengan cara mencegah dan menggalang seseorang yang belum terpapar paham Radikalisme. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi