Tim Siaga Bencana Golkar dan Bupati Gede Dana Bantu Korban Longsor

Minggu, 20 Juni 2021 : 11.06
Bupati Karangasem I Gede Dana bertemu di lokasi longsor dengan tim siaga bencana Partai Golkar Golkar/ist

Amlapura - Bupati Karangasem I Gede Dana dan tim siaga bencana Partai Golkar Golkar turun membantu korban tanah longsor du Banjar Telengan, desa Gegelang, Kecamatan Manggis.

Sejatinya aksi sosial itu tidak sengaja berbarengan karena saat itu Bupati bersama dengan OPD dan di dampingi Sekda I Ketut Sedana Merta juga turun ke Telengan Jumat 19 Juni 2021.

Mereka juga turun untuk memberikan bantuan sekaligus suport kepada masyarakat terdampak. Pertemuan rombongan Golkar dan Bupati ini terjadi di lereng bukit yang terjal. Bupati baru saja datang dari menyerahkan bantuan.

Sementara Golkar baru akan menuju ke lokasi warga yang kena musibah. Saat berpapasan rombongan sempat berhenti. Bahkan Gede Dana bersama rombongan sempat foto bersama di lokasi.

Saat itu Bupati asal PDIP ini mengucapkan terima kasih kepada partai Golkar yang telah ikut bersama sama memberikan perhatian kepada rakyat Karangasem yang kena musibah.

"Saya yang terima kasih partai Golkar telah peduli dengan rakyat Karangasem," ujarnya.

Diketahui medan menuju lokasi sangat terjal. Rombongan harus blusukan dengan berjalan kaki menaiki lereng bukit yang curam. Kondisi itu, tidak mengurangi semangat tim. Mereka tetap semangat menuju rumah warga yang kena musibah.

Salah satu warga I Wayan Sekar 45 mengakui kalau banjir dan longsor kali ini adalah yang terparah selama dia tahu. Pernah terjadi banjir dan longsor tahun 2000 lalu namun tidak separah kali ini.

Sekar sendiri mengaku kalau rumahnya juga mengalami kerusakan kena longsor. Tidak itu saja sepeda motor Yamaha Mio miliknya hanyut dan hilang.

Motor tersebut diakuinya parkir di rumah pamanya. Malam terjadi longsor dan banjir Sekitar pukul 01.00 dini hari. Ada dua sepeda motor yang hanyut. Namun satu sepeda motor berhasil ditemukan.

"Motor saya kemungkinan masuk ke tukad bajang dan hanyut," ujarnya. Tiga ekor sapi milik wayan Puspa hanyut. Dua ekor sapi ditemukan sudah mati. Sementara satu ekor lagi masih hidup.

Sebagian warga yang rumahnya kena banjir ada yang ngungsi di rumah kerabat lainya.

Saat ini yang masih dirasakan warga adalah kesulitan air bersih. Air milik desa atau pam desa yang selama ini menjadi sumber air warga rusak parah. Warga harus turun ke sungai mengambil air karena pipa banyak yang rusak demikian jiga bak penampung air hancur. (nik)

Bagikan Artikel

Rekomendasi