Pemerintah Pastikan Pembangunan Ibu Kota Negara Memperhatikan Kearifan Lokal

Rabu, 16 Juni 2021 : 22.09
Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro dialog dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Penajam Paser Utara terkait perkembabgan proyek pembangunan Ibu kota Negara/Dok. KSP

Penajam Paser Utara - Kearifan lokal (local wisdom) akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Artinya, kehadiran IKN memerlukan Peraturan Pemerintah yang diturunkan melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Perda ini akan menjadi landasan hukum IKN dalam menampung kearifan lokal,” ujar Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro saat berdialog dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Penajam Paser Utara di Kantor DPRD Penajam Paser Utara, Rabu (16/6/2021).

Dalam kesempatan itu, Juri didampingi Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin dan Usep Setiawan. Saat ini, kata Juri, rancangan undang-undang (RUU) IKN sudah masuk Program Legislasi Nasional atau Prolegnas 2021.

Hanya saja, presiden masih membutuhkan beragam informasi aktual dari lapangan sebelum menyerahkan Surpres ke DPR. Bagi Presiden, suara masyarakat Penajam Paser Utara merupakan informasi penting.

"Covid-19 menjadi game changer, sehingga pembangunannya akan menyesuaikan. Kantor Staf Presiden akan terus mengawal,” sambungnya. Ketua DPRD Penajam Paser Utara Jhon Kenedy sepakat masyarakat harus terakomodir dalam pembangunan IKN baru.

Kata dia banyak masyarakat yang ingin ikut menyuarakan pendapat. Mereka tidak mau tergusur dan butuh eksistensi. Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud menyampaikan masih adanya permasalahan pada infrastruktur. Masyarakat berharap rencana pembangunan IKN segera terwujud.

“Kami yakin IKN tidak hanya membantu perkembangan Kalimantan Timur, tapi Kalimantan secara keseluruhan,” tutur Abdul.

Pemerintah daerah harus beradaptasi dengan alokasi anggaran penanganan Covid-19. Sehingga menurut Bupati, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat, sehingga penggunaan anggaran bisa maksimal. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi