Olahan Hama Gayas Jadi Pelengkap Makan dan Cemilan Minum Tuak di Karangasem

Sabtu, 05 Juni 2021 : 22.54
Hama Gayas diolah menjadi lauk pelengkap makan dan camilan minum tuak di Karangasem/ist

Karangasem - Hama Gayas yang biasanya ditemukan di ladang kawasan Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Karangasem bisa dimanfaatkan sebagai lauk konsumsi cemilan dan minum tuak.

Gayas merupakan salah satu hama penyebab rusaknya tanaman di areal ladangan, namun disatu sisi Gayas malah digemari oleh sebagian besar kalangan warga kususnya di Dusun Abang kelod.

Hama ini dijadikan lauk makan, yang lebih trendnya lagi Gayas menjadi idola cemilan saat menikmati minuman warisan leluhur dikarangasem yakni Tuak dan Arak.

Beberapa pekan ini pasca musim hujan yang berganti ke musim panas Gayas menjadi buruan sebagian  warga untuk dijadikan lauk makanan tambahan, ada juga hanya untuk suka-suka lantaran kesal tanaman yang ditanam tidak tumbuh mormal karena dimakan Gayas.

Menganalisis sebuah Vidio disalah satu akun media sosial nampak seorang warga Dusun Desa Abang, I Nyoman Sutirtayana mengungkapkan kegagalannya dalam bercocok tanam pada lahan tegalan miliknya.

"Tiyang najuk ubi ajak undis, Eh panene malah Gayas, kenkenang laut petanine sugih tetajukane telah amah Gayas," tulisnya.

Perbekel Desa Abang ini mengatakan, sebagian besar lahan perladangan diwilayah Desa Abang berisi hama Gayas. Hingga saat ini belum ada upaya solusi untuk pemberantasan hama gayas ini.

Sehingga upaya petani ladang yang biasanya tanam ketela pohon lebih cendrung membiarkan lahannya terbengkalai hanya digemburkan ketika watu-waktu tertentu saja itupun pada saat musim Gayas.

Kalau waktu untuk menentukan mencari gayas biasanya setelah berganti musim hujan ke musim panas, nah setelan beberapa minggu cuaca panas muncul hujan gerimis besoknya pasti muncul gayas.

"Nah pada waktu itulah warga disini memanfaatkan waktunya untuk mencari gayas," kata Sutirtayana, Jumat (28/5/2021). Sutirtayana menegaskan, meskipun gayas menjadi hama namun gayas merupakan makanan favorit sebagian besar kalangan masyarakat di Kecamatan Abang.

Beberapa pekan lalu, Bupati Karangasem Gede Dana memesan Gayas untuk dikonsumsi karena sangat suka dengan gayas rasanya enak dan gurih. "Ya saya bawakan sekantong plastik katanya untuk dikonsumsi pakai lauk karena beliaunya suka," ungkap Sutirtayana.

Disisi lain berdasarkan pengakuan warga, I Nyoman Kantun menuturkan gayas memang sangat sulit dimusnahkan. Entah itu dipengaruhi oleh kondisi struktur tanah entaha apa saya kurang tau pasti.

Selama ini, gayas yang merupakan hama di kawasan lahan ladang kami disini hanya bisa dimanfaatkan sebagai lauk konsumsi musiman saja, kadang juga dipakai cemilan minum tuak.

Apalagi sajiannya digoreng, dicampur bumbu santan atau istilahnya menyat-nyat.

"Rata-rata lahan disini sudah tidak bisa optimal untuk ditanami tanaman sperti cabai, sayuran. Hanya bisa diisi keladi dan ketela rambat saja itupun dengan hasil yang tidak tentu dan memuaskan," tukas Kantun. (nik)

Bagikan Artikel

Rekomendasi