Hari Kelautan Sedunia, UNDP Ajak Masyarakat Aktif Menjaga Ekosistem

Rabu, 09 Juni 2021 : 10.04
Webinar “Hutan, Gambut, dan Laut Kita” yang diselenggarakan hari ini oleh UNDP dan dan UNEP/Dok. UNDP.

Jakarta - Masyarakat diajak menjaga ekosistem laut Indonesia yang terancam terancam bahaya perubahan iklim dan aktivitas manusia yang berlebihan.

Hari Kelautan Sedunia merupakan momentum tepat untuk memperkuat upaya masyarakat menjaga ekosistem laut Indonesia yang terancam bahaya perubahan iklim dan aktivitas manusia yang berlebihan.

Hal itu sebagaimana muncul dalam webinar “Hutan, Gambut, dan Laut Kita” yang diselenggarakan hari ini oleh UNDP dan dan UNEP. Webinar diselenggarakan untuk memperingati Hari Kelautan Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni.

Koordinator nasional proyek UNDP Dwi Ariyoga Gautomo, dengan nama ATSEA2 (Arafura & Timor Seas Ecosystem Action), kondisi rusak sejumlah biota laut seperti terumbu karang dapat mengancam punahnya populasi ikan besar di laut Indonesia.

“KLHK dan LIPI merilis hampir 20 persen hutan bakau dan 36 persen terumbu karang di Indonesia berada pada kondisi rusak. Ini berpengaruh pada terancamnya spesies ikan seperti hiu dan ikan pari menuju kepunahan, yang pada akhirnya akan berakibat pada keseluruhan ekosistem laut, dan semuanya memiliki hubungan dengan aktivitas manusia,” ungkap Dwi.

Sejumlah tokoh hadir menyampaikan pandangan yakni Belinda Arunawati Margono, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Ditjen PTKL, Kementerian LHK, Johannes Kieft, spesialis teknis senior UNEP Indonesia, Nita Yuanita, selaku wakil dekan bidang akademik FTSL ITB & dosen kelompok keahlian teknik pantai, dan Rubama, penggiat konservasi di komunitas yayasan HAkA (Hutan Alam Lingkungan Aceh).

Nita Yuanita, selaku wakil dekan bidang akademik FTSL ITB & dosen kelompok keahlian teknik pantai, menyebutkan pentingnya solusi restorasi dengan pendekatan secara alamiah untuk melindungi ekosistem laut.

Nita menyampaikan, "Solusi dengan pendekatan ke alam, seperti pemulihan hutan bakau untuk melindungi area pesisir terbukti lebih efisien secara finansial dan sumber daya lain".

Selain isu mengenai restorasi laut, narasumber lain seperti Johannes Kieft, spesialis teknis senior UNEP Indonesia, memaparkan mengenai upaya restorasi lahan gambut.

Johannes menyebutkan, “dalam usaha merestorasi lahan gambut yang rusak seperti akibat kebakaran hutan, diperlukan keterlibatan masyarakat dalam praktek kearifan lokal dan timbal balik dengan ilmu pengetahuan dan penelitian yang semakin berkembang saat ini, untuk mengoptimalkan solusi yang ada.”

Belinda Arunawati Margono, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Ditjen PTKL, Kementerian LHK, menyampaikan mengenai pentingnya data dan sistem pemantauan untuk membantu restorasi Hutan.

“Pengelolaan data yang efisien dan bisa diakses dengan mudah sangat penting untuk menentukan langkah restorasi hutan yang diperlukan. Penggiat konservasi di komunitas yayasan HAkA Rubama, memberikan pandangan mengenai pentingnya keterlibatan perempuan dalam upaya restorasi.

”Keterlibatan perempuan akan memastikan representasi untuk menjaga keberlangsungan ekosistem. Inisiatif kami melalui Mpu Uteun, yaitu membentuk kelompok patroli hutan berbasis komunitas, dan memastikan sinergi seimbang dengan pelibatan perempuan untuk ikut mengelola hutan."

Para narasumber juga menyerukan perubahan perilaku konsumsi  masyarakat Indonesia untuk perlindungan hutan dan laut.

“Dalam konsep komoditas dari laut, kuncinya adalah konsumsi secara cukup dan juga memastikan ikan yang ditangkap adalah ikan dengan usia yang dewasa, ditangkap di daerah yang berlimpah ikannya, dan dengan cara yang memastikan keberlangsungan ekosistem,” ujar Dwi.

Johannes Kieft juga mendorong masyarakat mengonsumsi komoditas pangan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

“Misalnya, jika masyarakat mulai mengonsumsi lebih banyak sagu, maka petani pun akan mulai menanam pohon sagu, yang secara ekologis memiliki banyak manfaat bagi ekosistem kita dan juga bagi manusia. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi