Buka Pariwisata Internasional, Bali Jalankan Prokes Ketat dan Akselerasi Vaksinasi

Rabu, 16 Juni 2021 : 23.23
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan hal itu saat bersama Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster menjadi narasumber dalam acara Bahtera yang disiarkan sebuah stasiun televisi/Dok. Humas Pemprov Bali

Denpasar – Pada bulan Juli mendatang Provinsi Bali akan membuka border pariwisata international sehingga semua komponen masyarakat harus terus bersingeri bergotong royong menjaga penyebaran kasus Covid-19 tetap terkendali dan melandai salah satunya dengan prokes yang ketat serta akselerasi vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan hal itu saat bersama Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster menjadi narasumber dalam acara Bahtera yang disiarkan sebuah stasiun televisi di Denpasar, Rabu (16/6/2021) malam.

Suarjaya menyampaikan, meskipun kasus melandai, masyarakat jangan abai dan lalai apalagi varian baru yang merupakan mutasi dari virus yang ada penyebarannya lebih cepat dan lebih membahayakan.

"Untuk itu 3 M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjauhi kerumunan harus terus dilakukan secara ketat dan disiplin," katanya mengingatkan.

Dia kembali mengingatkan pentingnya menjaga kerja sama semua komponen masyarakat untuk bersinergi, bergotong royong bersama sama menjaga agar penyebaran kasus terkendali dan melandai yang salah satunya ditempuh dengan prokes yang ketat serta akselerasi vaksinasi.

Kendati, kasus positif Covid 19 di Bali mulai melandai, namun bukan berarti virus corona telah lenyap dan sudah bisa abai akan protokol kesehatan (Prokes).

Untuk itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster mengajak masyarakat Bali tidak lalai dan abai akan protokol kesehatan supaya penyebaran Covid 19 dapat ditekan.

Angka kasus positif Covid-19 yang mengalami penurunan belakangan ini, disebabkan oleh vaksinasi yang sangat gencar dan pula partisipasi masyarakat sangat disiplin protokol kesehatan.

Putri tetap mengingatkan bahwa penurunan angka terkonfirmasi positif Covid 19 bukan mengindikasikan virus telah hilang, apalagi abai terhadap prokes.

Masyarakat mesti tetap displin menerapkan prokes yang ketat meskipun telah tervaksin. Hal ini sangat penting menghindari terjadi pertumbuhan kasus secara signifikan yang diakibatkan oleh kelalaian akan prokes.

"Kita jangan lalai, abai apalagi jumawa. Virus masih ada, tetap lakukan prokes yang ketat. Kelalaian kita akan berimbas pada kesehatan kita dan kesehatan orang lain," tegasnya mengingatkan.

Demikian juga, kader PKK hingga tingkat desa juga agar secara gencar juga terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat akan pentingnya penerapan prokes dan menaati berbagai kebijakan yang diambil pemerintah dalam upaya penanganan Covid 19.

"Lakukan dan ambil peran serta tanggung jawab masing masing dalam upaya kita bersama mengatasi virus Corona," imbuhnya.

Pihaknya juga akan menggandeng seniman khususnya pelawak untuk turun ke masyarakat melakukan sosialisasi terkait prokes dan program pemerintah yang tentu saja dalam pelaksanannya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi