UMKM Bali Sulit Berkembang dan Belum Eksis di Pasar Internasional

Senin, 17 Mei 2021 : 11.27
Carlos bersama Putu Yudha Asteria Putri dan I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi saat melakukan pendampingan PKM di Desa Bona Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianya/Dok. Unwar

Denpasar - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali masih lemah dalam pemanfatan teknologi informasi dalam pengembangan bisnis sehingga sulit berkembang dan belum bisa eksis diterima pasar dunia.

Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa I Gede Nyoman Carlos menyampaikan hal itu dalam keteranganya, Minggu (16/5/2021).

Carlos bersama Putu Yudha Asteria Putri dan I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi saat melakukan pendampingan PKM di Desa Bona Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar menemukan, kendala “mandat”nya proses bisnis UMKM adalah belum memiliki pembukuan untuk menghitung laba rugi.

Kemudian, harga pokok produksi dan pencatatan asset yang dimilki, belum memiliki SOP, baik terkait bahan baku maupun alur di dalam proses produksinya.

“Pemasaran dilakukan hanya dengan orang-perorangan, karena rendahnya pengetahuan akan penggunaan sistem e-commerce,” paparnya

Menurut Carlos, UMKM sejauh menjadi penyumbang PDB terbesar di Indonesia. Jika UMKM dapat dikelola dengan baik, maka akan dapat memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap pendapatan domestik suatu negara

Carlos menyampaikan sudah saatnya UMKM memaksimalkan pemanfaatkan e-commerce untuk mendukung pengembangan bisnis. Langkah awal yang cukup sederhana yang dapat dilakukan adalah pembuatan website dan melakukan pameran-pameran di event-event online di media sosial. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi