Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Restoran Ajak Tamu Jalankan Prokes

Sabtu, 29 Mei 2021 : 12.47
Sejumlah restoran atau warung makan di Kota Denpasar mematuhi prokses dan menerapkan KTR untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat/Kabarnusa

Denpasar - Sejumlah restoran atau warung di Kota Denpasar tak henti menyosialisasikan protokol kesehatan atau prokes kepada pengujung hingga menciptakan udara bersih melalui penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Salah satu tempat kuliner yang menyadari pentingnya mentaati prokses adalah Warung Makan Ikan Bakar Alas Purwo Jalan Tukad Barito Denpasar.

Pengelola Warung Makan Ikan Bakar Alas Purwo Jalan Tukad Barito Denpasar, Muhammad Puji Santosa menyampaikan sejak pandemi Covid-19 tahun 2020, pihaknya langsung menjalankan apa yang dihimbau pemerintah yakni gerakan 3M atau ingat pesan ibu mulai memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

"Seluruh pegawai dan pengunjung kami tekankan agar mematuhi prokes demi menjaga kesehatan bersama," ujar Puji ditemui beberapa waktu lalu.

Untuk itulah, warung khusus ikan bakar itu telah menyiapkan fasilitas pendukung prokes seperti tempat cuci tangan atau wastafel, 'hand sanitizer' dan penyediaan masker.

Karyawan atau pegawai sejak datang sampai bekerja memasak makanan hingga melayani tamu, tetap memakai masker dan setiap saat menjaga kebersihan tangan. Bebarap wastafel disiapkan di titik strategis yang memudahkan dijangkau.

"Kami juga kurangi kapasitas meja kursi dari biasanya atau kondisi normal, untuk pencegahan kerumunan," katanya.

Selain memasang fasilitas prokes, pengelola juga tak henti menyosialisasikan pentingnya memakai masker, dan mencuci tangan kepada para tamu datang untuk menyantap makanan atau bersitirahat.

Demikian juga, selain sosialisasi prokes, pihaknya juga melaksanakan KTR, menghimbau tamu tidak merokok sembarangan. Jadi, disiapkan tempat area khusus bagi perokok sesuai tempat-tempat dalam aturan KTR.

Pihaknya memasang stiker larangan merokok seperti di toilet, area dalam atap, pintu masuk dan kasir. Semua itu, kata dia, untuk menciptakan lingkungan udara bersih, bebas dari paparan asap rokok. Syukurnya, para pegawai sangat mematuhi apa yang menjadi kebijakan pengelola.

Demikian juga, tamu-tamu yang datang sebagian besar sangat menyadari pentingnya menjaga lingkungan udara yang bersih dan mematuhi prokes untuk pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Apa yang dilakukan salah satu tempat kuliner itu, mendapat apresiasi Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Bali yang juga pegiat KTR di Center for NCDs Tobacco Control and Lung Health (Central) atau Udayana Central, I Made Kerta Duana.

Menurut Duana, restoran adalah tempat yang masuk KTR sehingga pengelola diminta mentaati melaksanakan penerapan Perda Kota Denpasar tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) No 7 Tahun 2013.

"Menciptakan lingkungan udara bersih di restoran atau warung semata demi melindungi kesehatan masyarakat," katanya.

Apalagi, dalam kondisi Covid-19 yang juga belum jelas kapan berakhirnya, tentu partipasi semua masyarakat termasuk pengusaha kuliner restoran dan lainnya, sangat menentukan keberhasilan dalam mencegah Covid-19.

Untuk itu, pihaknya dalam pembinaan-pembinaan KTR dalam memperingati HTTS setiap tanggal 31 Mei, di puluhan restoran atau warung makan di Kota Denpasar, selalu menekankan pentingnya KTR ditegakkan.

Juga, sosialisasi prokes, dalam mendukung program pemerintah menekan laju Covid-19 di Kota Denpasar yang tergolong tinggi. Upaya itu semua semua kata Duana, sangat berkaitan erat satu sama lainnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat saat pandemi Covid-19. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi