Sertifikat Kompetensi Penting bagi Pengolah Limbah Organik

Senin, 03 Mei 2021 : 12.50

Klungkung - Sertifikat kompetensi penting dimiliki para pengolah limbah organik menjadi pupuk kompos.

Dalam kerangka pentingnya sertifikat kompetensi itulah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya P4S Dharma Pertiwi Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Klungkung selama dua hari 30 April-1 Mei 2021.

Seorang pengolah limbah dapat dikatakan memiliki kompetensi jika telah melalui uji kompetensi. Untuk itu, kegiatan Ujian kompetensi pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik dilaksanakan di Bali.

Ketua Penyelenggara, I Ketut Darmawan, S.Pt menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat pupuk organik secara benar sesuai dengan standar atau prosedur operasional yang benar.

Ujian ini juga sebagai dasar legalitas bagi peserta untuk memberikan transfer pengetahuan kepada pihak lain.

“Karena syarat untuk bisa mengembangkan ilmu dan aplikasinya harus memiliki kompetensi dan sertfikat yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang yang ditunjuk oleh pemerintah” jelasnya.

Pihaknya berharap peserta yang telah lulus uji kompetensi nantinya memiliki kemampuan mengembangkan dan menularkan pengetahuannya kepada masyarakat.

Sertifikasi ini berlaku selama 3 tahun dan pemegang sertifikat wajib penyampaian laporan kegiatan pendampingan.

Uji kompetensi yang digelar di ruang produksi pupuk organik KTT. Satwa Winangun diikuti oleh 20 orangm. Peserta berasal dari kalangan pemuda, mahasiswa bidang Pertanian, pelaku pupuk organik dan juga anggota Kelompok Tani Ternak Satwa Winangun Desa Tangkas.

Fasilitator kegiatan, I Wayan Sulendra, SP. Tim Asesor terdiri dari 2 orang yaitu Nyoman Oka Tridjaja, PhD selaku ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian Organik (LPPSO) Badan Nasional Sertifikasi Profesi Jakarta (BNSP) dan Agus Yulianto, SKM selaku wakil direktur LPPO-BNSP. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi