Perayaan 48 Tahun PDIP Disemarakkan Lomba Mixologi Arak Bali

Minggu, 02 Mei 2021 : 12.50

Karangasem - Menyemarakkan HUT PDIP ke-18 ditandai dengan grand final lomba mixologi Arak Bali digelar di Taman Soekesada Oejoen, Karangasem, Sabtu 1 Mei 2021.

Bupati Karangasem I Gede Dana membuka event yang dihadiri juga Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster. Selain itu, hadir juga Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang didundang secara khusus.

Nampak juga walikota Denpasat IGN Jaya Negara serta pengurus DPD dan DPC PDIP Karangasem. Menurut Ketua Panpel Made Ramia Adnyana kegiatan ini rencana digelar di Merita, Abang, Karangasem yang merupakan centra produksi arak tradisional di Karangasem.

Selaian Mixologi arak juga dilakukan Lomba Balista Copi Bali.

Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan sekaligus memperkenalkan arak dan kopi bali ke dunia internasional. Sehingga arak Bali nantinya sejajar dengan minuman beralkohol asing seperti Vodska dan yang lainya.

Lomba terbuka untuk umum diikuti 27 peserta. Sementara pada grand final kali ini adalah para perwakilan dari berbagai Kabupetan di Bali.

Salah satu yang menjadi penilaian para juri adalah bahan baku yang digunakan harus legal, sehingga arak yang dilombakan sudah berlebel BPOM.

Kegiatan ini juga melibatkan semua komunitas Kopi Bali dan Arak Bali termasuk petani arak dan kopi. Ketua DPD I Wayan Koster kegiatan ini untuk memberdayaakan petani lokal Karangasem. termasuk juga produk produk lokal dan tradisional.

Selain bermanfaat, kegiatan juga memiliki dasar hukum. Koster juga ingin selaian arak bali dan kopi bali beberapa produk lokal Bali juga menjadi brending buat Bali. Seperti Salak Bali, Manggis Bali, Jeruk Bali dan yang lainya.

"Arak Bali sekarang ini sudah cukup aman dengan adanya Perda yan gmelindungi," katanya. Hanya saja, Koster berharap agar produk arak tradisional tetap dipertahankan.

“Kita sengaja gelar di Karangasem karena memang agar dekat dengan lokusnya,” ujarnya.

Koster juga meminta agar fraksi dan kader PDIP untuk membina pengrajin Bali, seperti pengrajin arak bali, endek dan juga pengrajin lokal lainya. Lomba ini juga dimeriahkan dengan antrksi Juggling dan juga genjel dari Arak Api Merita, Abang.

Dalam peringatan HUT PDIP, peserta asal Buleleng menampilkan coktile dengan nama Ki Barak. Nama ini diambil dari nama Raja Buleleng Ki Barak Panji Sakti.

Setiap peserta langsung melakukan atraksi dengan mencampor minimal berbahan dasar rak menjadi berbagai jenis minuman. Kemudian ada juga sesi wawancara yang dilakukan Dewan juri.

Bupati Karangasem I Gede Dana menyambut baik kalau kegiatan ini dilaksanakan di Karangasem. sebagai centra arak tradisional hal ini tentunya akan mengangkat arak tradisional Karangasem.

Hanya saja Dana menegaskan arak yang dimaksud adalah arak tradisional bali yang dibuat secara tradisional. Dana juga berharap selaian melestarikan arak tradisional kegiatan ini juga diharapkan menjadi promosi untuk distenasi wisata seperti taman ujung. (nik)

Bagikan Artikel

Rekomendasi