PBB "Pasar Bahulak Bakdan" Dipadati Pengunjung

Sabtu, 15 Mei 2021 : 19.05
Penerapan prokes ketat untuk pengunjung yang akan memasuki arena Pasar Bahulak, pengunjung dicek terlebih dahulu suhu badannya dan mencuci tangan sebelum memasuki arena/Agus Nugroho P.

Sragen - Momen lebaran Idul Fitri 1442 H. sangat spesial karena masyarakat dilarang mudik. Namun untuk menjaga tradisi di Desa Wisata Karungan, kegiatan Pasar Bahulak masih tetap berjalan, dengan pengawasan prokes secara ketat.

Seperti diberitakan oleh Kabarnusa.com (Penyemprotan Desinfektan Pasar Bahulak Sragen Demi Cegah Covid-19 / Minggu, 29 November 2020) bahwa pasar ini dimotori oleh pemerintah desa, pendamping desa, aktivis pariwisata didampingi Dispora Sragen dan diisi oleh warga Desa Karungan secara swadaya.

Pendirian pasar berada dilahan tanah Kas Desa seluas empat hektare. Pasar ini menjadi buruan warga Kabupaten Sragen dan sekitarnya, karena serasa berada kembali ke zaman kerajaan.

Barang dagangan yang dijualpun serba nuansa zaman dahulu kala dan makanan kuliner langka antara lain soto bathok, sego menir, nasi jagung, tiwul, wedang gemblung, wedang secang, jamu gendhong, hingga mainan jaman dahulu.

Pasar yang berlokasi di kebun rindang itu, memang bukan sembarang pasar, sebab pasar itu hanya ada dua kali sebulan setiap pasaran Minggu Legi dan Pahing.

Sabtu 15 Mei 2021, tepatnya H+3 Hari Raya Idul Fitri 1442H, kegiatan pasar ini mulai buka kembali dengan tema "Pasar Bahulak Bakdan" (PBB), sebagai salah satu upaya agar roda perekonomian warga Karungan mulai berputar.

Tambahan kegiatan acara hari ini adalah digelarnya musik gamelan "Sarwo Gathuk", serta tari dari Sanggar tari yang ada di Desa Karungan. Hampir 500 orang yang memadati arena pasar Bahulak ini.

Kepala Desa Karungan, Joko Sunarso menghimbau pedagang maupun pengunjung diwajibkan melakukan protokol kesehatan sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Di tengah pandemi saat ini, perlakuan dan syarat masuk Pasar Bahulak:

  1. Harus memakai masker
  2. Mengukur suhu badan. Bila ditemukan pengunjung suhu badan di atas 37 derajat, dilarang masuk.
  3. Mencuci tangan dengan sabun

Serta penyemprotan desinfektan ke seluruh area sebelum dan sesudah acara berlangsung oleh Satgas Covid-19 Desa Karungan," tutur kepala desa yang unik ini karena jarang menggunakan seragamnya saat pendekatan bersama warganya.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Joko Sunarso dibantu oleh aktivis pegiat pariwisata Kabupaten Sragen, memberi ruang gerak yang besar bagi masyarakat Karungan untuk mendorong produksi dan konsumsi lokal.

Warga desa juga dapat menciptakan ikon wisata seperti Pasar Bahulak di Desa Karungan.

Operasional Pasar Bahulak, memiliki karakter berbeda dengan ekonomi yang ditopang pemodal besar. Pemodal besar membawa tenaga kerja dari mana-mana, dan keuntungannya dibawa lari pemilik modal untuk ditanam di tempat lain.

"Pasar ini berasal dari komponen lokal sehingga memiliki keunggulan dan kemampuan bertahan lebih tinggi saat terjadi krisis ekonomi global, seperti masa Pandemi saat ini. Pengentasan kemiskinan, menjadi tujuan dari kegiatan pasar Bahulak agar warga Karungan mampu mandiri dan sejahtera", tutup Joko.

Pedagang pasar, pengurus dan pengawas BumDes Karungan berharap selama masa Pandemi, warga Karungan masih tetap melakukan kegiatan perekonomian dengan dibukanya pasar Bahulak dan tidak lupa menerapkan prokes Covid-19, yaitu seluruh pedagang dan pengunjung wajib memakai masker, menjaga jarak antar pungunjung. (ags)

Bagikan Artikel

Rekomendasi