Mahasiswa Unud Gencarkan Sosialisasi Pentingnya Penerapan KTR di Sektor Pariwisata

Minggu, 16 Mei 2021 : 01.42
Pembukaan stikerisasi KTR kawasan restoran serangkaian peringatan HTTS di halaman kantor Dinas Kesehatan Badung kompleks Puspem Badung, Sabtu (15/5/2021)/Kabarnusa.

Badung - Kelompok Mahasiswa Peduli Bahaya Tembakau (KMPT) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana turut gencar mensosialisasikan pentingnya penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di tempat pariwisata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Mengambil.momentum peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) pada 31 Mei, mahasiswa bersama Puslit Universitas Udayana atau Center for NCDs, Tobacco Control and Lung Health (Udayana CENTRAL) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menggelar stikerisasi KTR di kawasan restoran atau tempat wisata.

Kepala Dinas Kesehatan Badung dr Nyoman Gunarta didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Badung, I Nyoman Oka Jenyana serta Pembina Kelompok Mahasiswa Peduli Bahaya Tembakau (KMPT) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana I Made Kerta Duana hadir dalam pembukaan stikerisasi KTR kawasan restoran di halaman kantor Dinas Kesehatan Badung kompleks Puspem Badung, Sabtu (15/5/2021).

Kadis Kesehatan Badung Nyoman Gunarta menyambut baik kepedulian mahasiswa kesehatan masyarakat yang dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini.

"Kalau kita berhasil mengurangi populasi pengguna tembakau maka dengan sendirinya itu bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," tandasnya.

Dia melanjutkan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat akan berdampak kepada peningkatan daya tahan tubuh terhadap infeksi akibat ancaman virus dan lainnya.

"Jadi konsep dasarnya seperti itu," tutur mantan Direktur RSUD Mangusada Badung ini. Karenanya, apa yang dilakukan mahasiswa Unud ini, dalam mensosialisasikan penerapan Perda KTR ini, bisa menjadi triger bagi upaya-upaya lainnya.

Kemudian yang kedua, lanjut Gunarta, dari sisi pesan yang selama ini, merokok itu membahayakan kesehatan masyarakat maka hal itu akan dibungkus lagi dalam kemasan yang lebih menarik lagi.

Dengan mengurangi tempat-tempat merokok yang tidak pada tempatnya atau tidak sesuai aturan, dengan kata lain membatasi tempat merokok maka hal itu akan berdampak yang bagus baik bagi sektor parwisata.

"Karena justru wisatawan yang datang ke tempat tempat parwisata itu ingin tempat yang aman, artinya kesehatan lingkungan terjaga, kualitas udara terjaga," tuturnya. Jika hal ini berhasil maka akan menjadi branding baru bagi parwisata di Kabupaten Badung.

Dengan begitu, kampanye bahaya tembakau ini bisa bersinergi dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yakni CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability), yang saat ini digencarkan industri pariwisata untuk memastikan bahwa parwisata Bali aman dikunjungi bagi wisatawan.

"Kalau ini bisa dikemas dengan baik maka akan menjadi branding bagi parwisata bahwa Badung menyediakan daerah tujuan wisata yang aman termasuk salah satunya kualitas lingkungan atau kualitas udara yang baik," urainya.

Hal itulah yang menjadi kemasannya sehingga masyarakat akan memberikan dukungan terhadap program yang pariwisata di Badung.

Pembina Kelompok Mahasiswa Peduli Bahaya Tembakau (KMPT) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang juga Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat IAKMI Bali Made Kerta Duana menyatakan, berbagai kegiatan dilakukan dalam memperingati HTTS.

"Kami sangat konsern dengan bagaimana upaya menyehatkan masyarakat, melalui salah satu faktor resiko, yakni konsumsi rokok," tandasnya.

Pihaknya tentunya mengapresiasi, mendukung gerakan dan kebijakan yang dilakukan Pemkab Badung melalui Perda KTR yang telah direvisi. Kegiatan ini salah satunya berupaya untuk meningkatkan kepatuhan terhadap Perda KTR khususnya pada kawasan restoran.

Hal ini, juga menjadi tanggungjawab pihaknya melalui Program Studi Kesehatan Masyarakat yang konsern dengan masalah kesehatan khususnya pencegahan faktor resiko.

Duana berharap, kedepan akan tetap mendukung dan bersinergi dan kerja sama lanjutan dalam pengendalian bahaya rokok di Kabupaten Badung.

Dalam mengimplementasikan Perda Kabupaten Badung No 10 Tahun 2017, tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR dan upaya lainnya, dilakukan melalui berbagai kegiatan untuk memperkuat implementasi regulasi tersebut.

"Salah satunya, kami melakukan penandaan larangan merokok di kawasan restoran di Kabupaten Badung," ujar Duana. Ketua Panitia Ade Dwita Nia Sita Devi menjelaskan, berbagai kegiatan memperingati HTTS dengan melibatkan atau sasarannya kaum muda milenial dan masyarakat lainnya.

Kegiatan sebagai bentuk Peduli Bahaya Tembaku itu, digelar Lomba Video TikTok, kemudian stikerisasi KTR dan puncaknya talk show yang menghadirkan pembicara dari BNN dan Ketua UDayana Central dr Putu Ayu Swandewi Astuti.

Acara puncaknya akan diuplod di channel youtube pada 6 Juni 2021 yang berisi pesan-pesan tentang bahaya merokok dan kepedulian mahasiswa tentang masalah kesehatan masyarakat yang disampaikan lewat mahasiswa FK Unud.

"Semua kegiatan kita upload di HMKM," imbuh mahasiswa semester 4 Program Studi Kesehatan Masyarakat FK Unud ini. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi