KKP Bersama Warga, Kuburkan Paus Terdampar di Timor Tengah Utara

Senin, 10 Mei 2021 : 15.23
Paus yang terdampar di Pantai Amatasi, Dusun 2 Maubesi, Desa Nonatbatan, Kab. Timor Tengah Utara beberapa waktu lalu/Dok, KKP .

Jakarta - Paus yang terdampar di Pantai Amatasi, Dusun 2 Maubesi, Desa Nonatbatan, Kabupaten. Timor Tengah Utara beberapa waktu lalu (24/4/2021) akhirnya dikuburkan.

Penguburan dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) bersama warga.

Dari hasil identifikasi dan pengukuran morfometrik, diketahui bahwa paus yang pertama kali ditemukan oleh nelayan merupakan jenis paus sperma dengan panjang tubuh sekitar 9,9 meter dan jenis kelamin betina.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb. Haeru Rahayu menjelaskan bahwa perairan utara Pulau Timor merupakan salah satu habitat dan koridor migrasi dari mamalia laut.

Tebe mengatakan, dari hasil survei penyebaran dan kemunculan mamalia laut yang dilakukan oleh BKKPN Kupang, diketahui bahwa penyebaran mamalia laut di utara Pulau Timor tergolong kategori koridor tinggi karena frekuensi kemunculan dan keragamannya cukup tinggi.

"Itu sebabnya, tidak heran jika di wilayah ini sering terjadi fenomena mamalia laut terdampar seperti paus sperma ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa paus sperma ketika ditemukan sudah memasuki kode 3 yang artinya mulai mengalami pembusukan sehingga perlu penanganan segera agar tidak menyebarkan penyakit dan menimbulkan bau yang tidak sedap ke warga sekitar.

Kepala BKKPN Kupang, Imam Fauzi menjelaskan melalui observasi lokasi dan koordinasi dengan kepala dusun setempat, bangkai paus diputuskan dikuburkan, namun karena akses ke lokasi sulit dilalui alat berat maka proses penguburan dilakukan secara manual gotong royong bersama warga.

Ia juga sangat mengapresiasi tindakan warga sekitar yang kooperatif dalam melakukan penanganan paus sperma terdampar ini.

“Sebagai upaya penyadartahuan, disela-sela proses penguburan bangkai paus, Tim Respon Cepat BKKPN Kupang juga melakukan sosialisasi terkait jenis-jenis biota laut yang dilindungi kepada warga sekitar," ujar Imam.

Hal ini dilakukan agar warga memahami dan memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga biota laut yang dilindungi ini.

Imam menjelaskan, warga sangat menyambut baik tindakan cepat dari BKKPN Kupang dalam menangani bangkai paus yang terdampar dan berharap kedepannya ada pemasangan papan informasi yang berisi tentang jenis-jenis biota laut yang dilindungi beserta hukum yang mengaturnya. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi