Kill The LAst Bali Jadi Wadah dan Primadona Penggila E-Sport

Jumat, 28 Mei 2021 : 15.13
Sejak komunitas ini mulai merintis turnamen e-sport awal tahun lalu, hingga kini setiap turnamen yang digelar Kill The LAst selalu banjir peminat/Dok. Kill The LAst.

Denpasar - Konsistensi Kill The LAst Bali, sebuah wadah untuk komunitas e-sport, dalam menggelar kompetisi sehingga komunitas ini menjadi primadona penggila e-Sport.

Sejak komunitas ini mulai merintis turnamen e-sport awal tahun lalu, hingga kini setiap turnamen yang digelar Kill The LAst selalu banjir peminat.

Ketua Panitia I Gusti Ngurah Yudha Andika Putra mengaku bersyukur atas besarnya atensi dan minat anak-anak muda Bali ikut dalam kegiatan e-sport yang digelar Kill The LAst.

"Ini membuktikan bahwa Kill The LAst sudah menjadi bagian dari perkembangan e-sport di Bali. Harapan kami akan semakin banyak talenta-talenta top yang lahir dari event Kill The LAst dan menjadi pemain profesional," ujar Yudha awal pekan ini (24/5/2021).

Pada 29-30 Mei 2021 akhir pekan ini, Kill The LAst kembali menggelar turnamen dengan tema Kill The LAst Championship Mobile Legends (ML). Pendaftaran sudah dibuka sejak 5 Mei dan ditutup 27 Mei 2021.

Kegiatan ini akan dilangsungkan di kafe Monjali Bali Jalan Mahendradatta Denpasar dan digelar secara offline. Pihaknya akan menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat kepada setiap pemain dan semua pihak yang terlibat.

"Turnamen offline dipilih karena kami juga ingin pelaku usaha di Bali bisa segera bangkit dari pandemi ini," jelas Yudha. Empat kategori akan dipertandingkan pada setiap kategori dibatasi hanya 32 slot tim di Turnamen e-sport Kill The LAst Bali.

Adapun total hadiah diperebutkan peserta mencapai Rp 10 juta. Sejak pendaftaran dibuka, animo peserta sangat tinggi. Apalagi nama Kill The LAst sendiri juga terlibat dalam banyak turnamen e-sport di berbagai kota seperti Surabaya Raya dan di luar Jawa.

Berdasar empat kategori yang bisa diikuti peserta yaitu epic, legend, mythic, dan mythical glory. Dua kategori dengan peminat terbanyak adalah kategori mytic dan legend. Para peserta berasal Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan daerah di Bali lainnya.

Kini sudah muncul tim KLS esport di Bali yang juga tergabung dalam Kill The LAst. KLS juga sudah banyak meraih prestasi baik itu di skala regional maupun nasional. KLS kini juga sudah memiliki tim di semua genre game sepeti Mobile Legends hingga PUBG. (*/rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi