Indonesia dan Mozambik Sepakati Rencana Aksi Kerja Sama di Bidang Kelautan dan Perikanan

Rabu, 05 Mei 2021 : 23.31

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memimpin Delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Delegasi Kementerian Laut, Perairan Darat dan Perikanan Republik Mozambik untuk membahas kelanjutan kerja sama tiga tahun ke depan.

Dengan berlanjutnya payung hukum berupa naskah kerja sama yang dilengkapi rencana aksi implementasi, maka diharapkan semakin banyak bentuk kegiatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan di kedua negara.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KKP Lilly Aprilya Preggiwati menyatakan dalam Pertemuan ke-1 Komite Teknis Kerja Sama Kelautan dan Perikanan (Joint Technical Committee on Marine and Fisheries) secara virtual dihadiri perwakilan unit kerja Eselon 1 KKP, KBRI Maputo, Direktorat Afrika, Direktorat Kerja Sama Teknik, Direktorat Hukum dan Perjanjian Kewilayahan, Kementerian Luar Negeri, Agung Tri Prasetyo, pada Selasa (4/5/2021).

"Kami berharap ke depannya lewat program penguatan kapasitas, kedua negara tidak hanya bisa bertukar informasi dan keahlian, namun juga mendapatkan manfaat ekonomi," ujarnya.

Pertemuan ini membahas kelanjutan kerja sama yang telah terjalin antara RI dan Mozambik sejak Oktober 2018. Selain membahas kelanjutan naskah kerja sama, pertemuan juga membahas rencana aksi yang akan dilakukan oleh kedua negara sesuai jangka waktu berlakunya naskah kerja sama.

Mengawali pembahasan rencana aksi, Delegasi Indonesia dan Mozambik bertukar informasi tentang potensi dan kondisi sektor kelautan dan perikanan masing-masing negara.

Sebelumnya, kolaborasi Indonesia dan Mozambik lebih terfokus dalam peningkatan kapasitas (capacity building), dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di Indonesia maupun pengiriman tenaga ahli ke Mozambik.

Salah satunya yang bertajuk "Workshop on Integrated Fish Information System for Mozambique: Towards Responsible Fish Production" di Maputo, Mozambik.

Selain peningkatan kapasitas, Indonesia dan Mozambik juga berkomitmen kerja sama dalam pengawasan laut, yang semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi melawan IUU Fishing.

Hal ini karena pihak Mozambik menilai Indonesia dalam memberantas praktik illegal fishing sangat baik.

Dalam pengelolaan ruang laut, Mozambik menghadapi tantangan aktual bagaimana menyeimbangkan alokasi ruang laut bagi kegiatan perikanan ditengah maraknya ekplorasi dan eksploitasi minyak dan gas, serta mengharapkan Indonesia berbagi praktik terbaik (best practices).

Penjelasan atas hal-hal tersebut dan pentingnya kelanjutan kerja sama menjadi tanggapan dari Mozambik terhadap penyampaian draf Plan of Action (PoA) implementasi MoU secara tertulis dari Indonesia kepada pihak Mozambik sejak Maret 2019. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi