Efisiensi dan Perluas Akses Produk Perikanan, KKP Tetapkan 5 Koridor Jalur Distribusi

Sabtu, 08 Mei 2021 : 09.53
KKP menetapkan 5 koridor logistik perikanan yang menghubungkan pusat pengumpulan dan pusat distribusi/Dok.Humas KKP

Jakarta - Dalam mendorong efisiensi dan memperluas akses produk perikanan Indonesia Timur Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan 5 koridor logistik perikanan yang menghubungkan pusat pengumpulan dan pusat distribusi.

Terhubungnya hulu dan hilir produksi, akan berdampak pada ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat sekaligus penyediaan lapangan kerja serta tumbuhnya industri perikanan di Indonesia timur.

Baca Juga

Dua Kapal Vietnam Dilumpukan KKP, Gunakan Trawl Incar Teripang di Laut Natuna

"KKP bertekad melakukan penguatan dan perluasan konektivitas antara pusat pengumpulan dengan pusat distribusi pengolahan dan pemasaran," tutur DirekturJenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti dalam keterangan, Jumat 7 Mei 2021.

Melalui Keputusan Direktur Jenderal PDSPKP Nomor 115 Tahun 2020, pihaknya telah menetapkan 5 koridor logistik perikanan yang menghubungkan pusat pengumpulan dan pusat distribusi.

Kelima koridor tersebut meliputi koridor Kendari-Surabaya/Jakarta, koridor Makassar–Surabaya/Jakarta, koridor Bitung–Surabaya/Jakarta, koridor Ambon–Surabaya/Jakarta dan koridor Mimika–Surabaya/Jakarta.

Baca Juga

KKP Berhasil Selamatkan Lumba-lumba Terdampar yang Sempat Kritis di Jembrana Bali

"Ini diharapkan dapat mendorong proses efisiensi pada saluran logistik dan memperluas akses pasar sehingga menjangkau daerah konsumsi dan industri untuk pemerataan konsumsi ikan dan kesejahteraan masyarakat," kata Artati.

Pelaksanaan koridor tersebut akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan daerah dan pelaku usaha.

Selain itu dalam pelaksanaan koridor tidak menutup kemungkinan pengembangan kepada pusat pengumpulan dan pusat distribusi yang baru sesuai dengan kondisi dan potensi yang terjadi di daerah masing-masing.

Baca Juga

KKP Kubur Hiu Paus, Sempat Hidup Usai Terdampar di Pantai Bayem Tulungagung

"Kita bangkitkan gairah dan geliat usaha perikanan yang terdampak pandemi Covid-19 melalui pengaturan stok dan mekanisme distribusi, pemberian bantuan sarana dan prasarana logistik, Sistem Resi Gudang, dan fasilitasi kemudahan akses distribusi dan pembiayaan," imbuhnya.

Artati berharap, pemerintah daerah bisa memberikan dukungan dalam mendorong berjalannya logistik koridor yang baik.

Bentuk dukungan yang bisa diberikan yakni pendampingan dan sosialisasi kepada pelaku usaha serta melakukan pemetaan dan pemantauan proses logistik dari titik produksi ke pusat pengumpulan di daerah masing-masing. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi