BPBAP Jepara Manfaatkan Limbah Organik untuk Pengembangan Pakan Maggot

Minggu, 02 Mei 2021 : 10.00

Jakarta - BBPBAP Jepara berperan membantu menjaga kelestarian lingkungan dengan pemanfaatan limbah organik sebagai pakan maggot.

Kepala BPBAP Jepara, Sugeng Raharjo menegaskan, pihaknya siap dan terus berupaya dalam rangka pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor serta pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya.

"Caranya, melalui kegiatan perekayasaan untuk menciptakan inovasi teknologi yang mudah ditiru oleh masyarakat pembudidaya," ujarnya beberapa waktu lalu.

Melalui Tambak MSF diharapkan bisa mencetak generasi milenial sebagai tenaga yang siap diterjunkan ke masyarakat menjadi entrepreneur pelaku usaha budidaya udang yang profesional sehingga mendukung peningkatan produksi udang nasional.

Selain itu juga melalui program klaster tambak udang percontohan di Kabupaten Sukamara diharapkan memberikan multiplier effect dalam mendorong peningkatan ekonomi.

Kemudian, penyerapan tenaga kerja, mempercepat transfer teknologi kepada masyarakat serta perluasan kawasan budidaya udang yang mandiri, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain sebagai bahan baku produksi pakan mandiri, maggot menciptakan nilai tambah menjadi bahan makanan seperti crispy, minyak organik, dan sisa media budidaya maggot bisa digunakan untuk pupuk tanaman.

BBPBAP Jepara membangun kemitraan dengan Bank-bank Sampah dari kelompok masyarakat di Jepara dan sekitarnya untuk pengembangan maggot dari hulu ke hilir.

Selain itu juga membangun kemitraan dalam pengelolaan lingkungan terutama limbah organik sehingga menciptakan usaha baru bagi masyarakat di Jepara,” papar Sugeng.

Instalasi budidaya maggot dilengkapi dengan 140 bak budidaya dan ruang lalat Black Soldier Fly (BSF) dengan kapasitas produksi selama 1 bulan yakni fresh maggot kurang lebih sebanyak 1,3 ton dan 900 kg kompos tanaman bekas media pemeliharan maggot atau selama 1 tahun dengan kapasitas produksi fresh maggot kurang lebih sebanyak 15,6 ton dan kompos tanaman bekas media pemeliharan maggot kurang lebih sebanyak 10,8 ton.

Atas capaian yang sudah diwujudkan, Bupati Jepara, Dian Kristiandi memberikan apresiasi terhadap program-program dikembangkan KKP seperti kegiatan kegiatan perikanan budidaya di BBPBAP Jepara.

“Kami akan dukung semua program-program KKP yang memberikan dampak bagi masyarakat dalam mengembangkan perikanan budidaya menjadi lebih baik dan mendorong roda perputaran ekonomi bagi masyarakat Jepara,” ujar Dian.

Pemerintah Kabupaten Jepara akan terus berupaya memotivasi masyarakat untuk usaha berbudidaya ikan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi sumber daya laut yang melimpah dengan sebaik mungkin sebagai sumber perekonomian yang luar biasa. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi