YLKI Desak Pengusutan Kasus Pemalsuan Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu

Jumat, 30 April 2021 : 00.00
Ilustrasi pelaksanaan Rapid Test di Denpasar /Dok. Kabarnuas

Jakarta - Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia mendesak pengusutan secara tuntas kasus pemalsuan rapid test di Bandara Kualanamu Medan Sumatra Barat.

Sungguh keji, kasus pemalsuan (bekas) rapid test antigen, di bandara Kualanamu Medan. Ini bukan hanya merugikan hak konsumen (penipuan), tetapi sudah mengancam keamanan dan keselamatan konsumen.

Plus kontra produktif terhadap upaya pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Kami mendesak agar pihak kepolisian dan pihak lain yang terkait dalam kasus ini," tegas Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran pers, Kamis (29/4/2021).

Idealnya bukan hanya tim teknis (laboratorium) saja yang dicokok, tetapi juga unsur pimpinan dari institusi tersebut, seharusnya diperiksa. Ini menunjukkan pengawasannya yang lemah.

"Pihak kepolisian harus memeriksa di tempat lain," seru Tulus. Sebab lanjut Tulus, patut diduga hal ini juga bisa terjadi di tempat lain.

Mengingat, jika di level bandara saja bisa terjadi dan dilakukan oleh oknum BUMN farmasi ternama; bagaimana pula di tempat lain yang nir pengawasan?

"Apalagi konon WHO hanya merekomendasikan 3 (tiga) merek rapid test, tetapi yang beredar di pasaran mencapai 90-an merek!," imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi