TPID Gianyar Kawal Kelancaran Distribusi Bahan Pangan Hari Raya Galungan

Kamis, 01 April 2021 : 00.00
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Gianyar secara virtual/ist

Gianyar - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gianyar terus mengawal distribusi bahan pangan menjelang datangnya hari raya Galungan dan Kuningan.

Terkait hal itu,dilakukan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Gianyar secara virtual, Rabu (31/3/2021).

Rapat dipimpin oleh SEKDA Kab. Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny H. Heatubun, serta diikuti oleh seluruh anggota TPID Kab. Gianyar.

Pariwisata sebagai penyumbang ekonomi terbesar Kab. Gianyar lumpuh akibat pandemi COVID-19.

Namun demikian, Pemerintah Kabupaten. Gianyar tetap optimis terhadap proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung pasca dilakukan vaksinasi kepada sekitar 43.000 masyarakat di daerah Ubud dan sekitarnya, serta telah dibukanya kembali penerbangan domestik.

Selanjutnya, berdasarkan pemantauan harga barang menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta menyambut bulan puasa dan Idul Fitri, Wijaya menyebut bahwa terjadi peningkatan permintaan terhadap bahan pokok,

Mulai kebutunan daging babi dan cabai rawit. Selain itu, anomali cuaca juga ikut berpengaruh terhadap penurunan hasil panen cabai rawit sehingga menganggu ketersediaan pasokan di pasar.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, diantaranya Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (PUSPA AMAN), Program Mina Padi yaitu usaha budidaya ikan di lahan sawah yang dilakukan secara bersamaan dengan tanaman padi dalam suatu areal yang sama.

Selain itu, operasi pasar murah, operasi pasar gotong-royong, sidak pasar dan gudang penyimpanan, serta himbauan kepada pelaku usaha pasar modern.

Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny H. Heatubun menambahkan terdapat 4 (empat) komoditas yang berpotensi mengalami lonjakan harga pada saat Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta bulan puasa yang jatuh bersamaan pada bulan April mendatang.

Keempatnya ialah cabai merah, cabai rawit, daging babi dan canang sari. Secara historis, keempat komoditas tersebut mengalami kenaikan harga pada Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta bulan puasa selama 3 (tiga) tahun terakhir.

Harga cabai rawit dan daging babi yang masih belum menunjukkan penurunan hingga saat ini perlu mendapat perhatian Pemerintah Kab. Gianyar sebagai antisipasi kenaikan permintaan menjelang hari raya.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kab. Gianyar menyatakan bahwa jumlah stok bahan pangan di Kabupaten Gianyar masih cukup untuk kebutuhan hari raya.

Meski demikian, adanya wabah virus African Swine Flu (ASF) pada ternak babi masih berpengaruh terhadap keterbatasan pasokan komoditas daging babi di pasaran dan curah hujan yang tinggi membuat pasokan cabai rawit juga masih terganggu.

"Secara umum, harga bahan pangan di Gianyar masih terpantau stabil dengan dukungan kelancaran distribusi lewat jalur darat," sambungnya.

Lebih lanjut, Kepala Gudang Perum Bulog Kab. Gianyar, I Putu Winarta, mengatakan jumlah persediaan beras di Gudang Batubulan sebanyak 331.560 kg atau setara kebutuhan Kabupaten Gianyar selama 1,13 bulan.

Sebagai penutup, Bank Indonesia merekomendasikan beberapa kebijakan untuk pengendalian inflasi ke depan, perlunya komunikasi yang lebih intensif kepada masyarakat terkait program pengendalian harga yang dicanangkan Pemerintah Kab. Gianyar.

Kedua.edukasi belanja bijak dengan mensubstitusi konsumsi cabai dengan komoditas lainnya yang masih dalam harga wajar seperti dengan daging ayam.

Ketiga dilakukannya Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan provinsi/kabupaten lain untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan yang masih defisit.

Bagikan Artikel

Rekomendasi