Refocussing 2021, Disbudpar Pemprov Sulsel Hapus Belanja Promosi Media

Kamis, 01 April 2021 : 08.00
Ketua AMSI Sulsel, Herwin Bahar/ist

Makassar - Berdalih refocusing anggaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan menghapus belanja media.

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan Herwin Bahar menyayangkan adanya kebijakan Pemprov Sulsel dalam hal ini Disbudpar Sulsel yang mengorbankan belanja promosi media massa di tengah masa resesi pandemi covid 19.

"Kami kecewa dengan Pemprov Sulsel yang tak lagi memandang industri media sebagai hal penting. Belanja media masih dianggap sebelah mata. Ini yang keliru," kata Herwin dalam keterangannya di Makassar, Rabu 31 Maret 2021.

Herwin menyesalkan kecilnya perhatian pemerintah provinsi terhadap keberlangsung bisnis industri media lokal di Sulsel.

Pihaknya juga heran. Pemprov Sulsel yang seharusnya menjadi pilar terdepan mendorong Pemulihan EkonomI Nasional (PEN). Justru mengirbankan pelaku industri hanya untuk kepentingan program yang tidak jelas.

Untuk itu, pimpinan di lingkungan pemerintah provinsi tidak hanya memperhatikan pelaku industri skala besar saja. Dijelaskan, industri media itu salah satu penggerak UMKM di Sulsel. Pemprov harus sadar dengan kehadiran kami. Pencitraan daerah ada di sektor media.

"Bisnis kami jangan dimatikan," tegas dia.

Sekertaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan Hendra Nick Arthur juga mengaku telah lama memperjuangkan agar pelaku industri media juga mendapat perhatian dari sektor kepariwisataan daerah.

Mewakili pelaku industri media sudah lama memperjuangkan hal ini. Hanya saja, mitra BPPD kelihatannya tak membutuhkan pelaku media dalam mendorong pengembangan kepariwisataan daerah.

Padahal, kata dia sosialisasi brand identity Sulawesi Selatan selama ini telah di dukung penuh oleh pelaku media dan penggiat sosial media di Sulawesi Selatan.

Kata dia. brand awarness Sulsel yang selama ini digalakkan melalui kampanye digital, agaknya sia-sia.

"Pemprov harus ingat Pentahelix Kepariwisataan Sulsel, ada pelaku media yang berperan penting," tegasnya lagi. Dalam pandangannya, Pemprov Sulsel, lanjutnya tak pernah memberikan apresiasi positif terhadap peranan pelaku industri media dan ekonomi kreatif daerah.

"Mereka lupa jika pelaku media dan ekraf memegang peranan penting dalam menjaga posisi branding daerah," demikian Hendra. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi