Presiden Jokowi Perintahkan Pencarian dan Penyelamatan Korban Bencana NTT dan NTB

Selasa, 06 April 2021 : 12.13
Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, memberikan arahan penanganan bencana di NTB dan NTT/Biro Pers Setpre

Jakarta - Presiden Joko Widodo merintahkan pencarian dan penyelamatan terhadap para korban bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Cuaca ekstrem akibat siklon tropis Seroja berdampak pada berbagai daerah di Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mengalami dampak paling berat dengan bencana banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian materi.

Kepala Negara menekankan itu saat rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, untuk memberikan arahan terkait penanganan bencana di kedua provinsi tersebut, Selasa (6/4/2021).

Perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban yang belum ditemukan.

Dia meminta Kepala BNPB, Kepala Basarnas, dibantu dengan Panglima TNI dan Kapolri dengan seluruh jajarannya untuk mengerahkan tambahan personel SAR sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak.

"Termasuk wilayah terisolir dan berbagai gugus pulau di NTT seperti Pulau Alor, Pulau Pantar, dan pulau-pulau lainnya untuk melancarkan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban," ujarnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diminta mengerahkan alat-alat berat dari berbagai lokasi sekitar untuk memudahkan proses pencarian. 

Mengingat jalur darat masih sulit ditembus, Kepala Negara menginstruksikan percepatan pembukaan akses laut dan udara yang terputus akibat kerusakan sejumlah sarana infrastruktur penghubung.

Kedua, Jokowi meminta jajarannya memastikan kehadiran pelayanan kesehatan dan pertolongan medis yang sangat dibutuhkan para korban. Menteri Kesehatan akan mengerahkan tim bantuan medis untuk secepatnya tiba di lokasi bencana.

Agar diperbanyak tim medis tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga rumah sakit untuk menangani para korban, serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatannya.

Juga ditekankan soal pemenuhan kebutuhan logistik, sanitasi, dan lainnya bagi para pengungsi yang juga harus diperhatikan dengan baik dan segera diterima oleh mereka.

Sejak hari pertama bencana di NTT dan NTB tersebut pemerintah memang telah mengirimkan sejumlah bantuan ke lokasi bencana. Namun, karena kendala cuaca ekstrem dan terputusnya akses penghubung menyebabkan bantuan tersebut belum sepenuhnya sampai ke titik lokasi.

"Saya minta BNPB dan pemerintah daerah segera mendata titik-titik pengungsian serta memastikan logistik, tenda, dan dapur lapangannya (sampai) untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak, terutama air bersih dan MCK nya," tuturnya.

Secara khusus, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diperintahkan mempercepat perbaikan infrastruktur penunjang yang mengalami kerusakan akibat bencana seperti jembatan yang roboh dan akses jalan penghubung yang terputus.

Jokowi pada perintah terakhirnya meminta antisipasi dini terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai kawasan di Indonesia. Informasi dan peringatan BMKG mengenai hal ini menjadi sangat krusial dan publikasi terhadapnya harus digencarkan.

Seluruh kepala daerah dan masyarakat agar dipastikan dapat mengakses, memantau, prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan BMKG.

"Mereka harus tahu semuanya sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk menghadapi ancaman risiko baik itu angin kencang, bahaya banjir bandang, dan tanah longsor,"demikian Presiden Jokowi. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi