Presiden Joko Widodo Minta Masyarakat Waspada Jangan Sepelekan Covid-19

Senin, 19 April 2021 : 14.35
Presiden Joko Widodo meninjau langsung jalannya proses vaksinasi terhadap Sejumlah seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin, 19 April 2021/Dok. Biro Pers Setpres.

Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak bahwa pandemi Covid-19 masih ada sehingga harus tetap waspada dan tidak boleh menyepelekan pandemi saat ini.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memantau vaksinasi terhadap seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin, 19 April 2021.

Pandemi Covid-19 masih ada dan nyata di negara. Oleh sebab itu semua tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspada, tetap tidak boleh lengah.

"Tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid. Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, menurun, ini menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada," kata Presiden menegaskan.

Dalam kesempatan sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang hadir mendampingi Presiden menegaskan, meski telah mendapatkan suntikan dosis vaksin, bukan berarti protokol kesehatan dapat diabaikan.

Sebaliknya, protokol kesehatan tersebut tetap harus dijalankan mengingat potensi risiko lonjakan kasus penularan masih dapat terjadi.

"Jangan lupa terus pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. Sayang kita sudah turun, jangan sampai nanti ada lonjakan ketiga seperti yang terjadi di negara-negara lain di Eropa, Asia, maupun Amerika Selatan," ucap Budi.

Menkes juga berharap agar partisipasi para seniman dan budayawan yang menjadi tokoh panutan masyarakat tersebut dapat meyakinkan masyarakat terkait keamanan vaksinasi yang akan diberikan kepada setidaknya 181,5 juta masyarakat.

Terlebih para lansia. Masih banyak lansia yang merasa takut, sungkan, enggan datang, termasuk anak-anaknya juga ragu mengajak bapak dan ibunya untuk vaksinasi.

"Padahal vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi mereka karena mereka termasuk golongan yang rentan atau rawan kemungkinan fatalitas yang tinggi," ujarnya.

Saat ini pemerintah berupaya maksimal untuk mendatangkan stok vaksin dari berbagai sumber untuk mendukung kebijakan vaksinasi massal secara gratis yang telah dijalankan yang dilaksanakan belakangan ini. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi