Potensi Budidaya Rumput Laut Indonesia Timur Terus Dioptimalkan KKP

Kamis, 01 April 2021 : 07.33
Melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, KKP mengeksplorasi potensi pengembangan hingga ke ujung timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua/KKP

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan budidaya komoditas rumput laut karena tingkat pemanfaatannya yang semakin luas serta memenuhi permintaan industri seperti produk kosmetik, farmasi hingga pangan.

Melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, KKP mengeksplorasi potensi pengembangan hingga ke ujung timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menjelaskan, kebutuhan rumput laut sebagai bahan dasar dalam berbagai industri menjadikan komoditas ini sebagai salah satu andalan dalam kegiatan budidaya.

Slamet mengatakan, KKP terus berusaha meningkatkan performa bibit rumput laut hasil budidaya dengan melakukan berbagai upaya menciptakan inovasi guna menghasilkan bibit rumput laut berkualitas yang menunjang produksi rumput laut nasional.

"Rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan mempunyai prospek pasar yang cukup luas baik di dalam negeri maupun sebagai komoditas ekspor, bahkan memiliki kontribusi yang besar terhadap nilai ekspor nasional," tandasnya.

Melalui penerapan teknologi yang cukup sederhana dan dapat dilakukan di banyak lokasi di Indonesia, kegiatan budidaya rumput laut berpotensi menyerap tenaga kerja hingga memberdayakan masyarakat pesisir.

Araah pengembangan kawasan budidaya rumput laut akan mengoptimalkan lahan-lahan potensial yang ada di Indonesia Timur.

“Akan kita bangun kampung rumput laut yang menerapkan teknologi ramah lingkungan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan,” katanya menegaskan.

Kepala BPBL Ambon, Nur Muflich Juniyanto mengungkapkan pihaknya telah melakukan peninjauan dan identifikasi langsung guna memastikan prospek usaha budidaya rumput laut di Papua layak untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya rumput laut.

Dukungan yang kuat dan konkret dari pemangku kebijakan di wilayah tersebut serta partisipasi masyarakat pembudidaya sebagai target kegiatan memberikan harapan akan kemajuan kawasan rumput laut di Papua pada masa mendatang.

Kata dia, Ambon secara rutin menjalin komunikasi dengan penerima bantuan yang telah disalurkan guna memastikan keberlanjutan produksi dan ketersediaan bibit rumput laut di wilayah sekitarnya.

“Selain kegiatan kerekayasaan seperti penerapan metode floating bottle yang sempat diujicoba oleh para perekayasa di BPBL Ambon, kami juga terus melakukan perbaikan prosedur operasional standar dalam pendistribusian bibit untuk memastikan bibit dalam kondisi terbaik untuk hidup dan berkembang di lokasi yang baru,” ucap Anto.

Analisa kesiapan dan kelengkapan persyaratan kelompok calon penerima bantuan di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Biak Numfor tengah dimatangkan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah dan jenis bantuan yang akan disalurkan.

Adanya kendala transportasi yang cukup rumit, maka sedang menyiapkan skenario penyiapan dan proses distribusi dengan mengoptimalkan persiapan bantuan sarana kebun bibit rumput laut di balai sehingga penerima bantuan dapat langsung mengeksekusi proses penanamannya.

Sedangkan untuk bantuan bibit rumput laut, akan kami kombinasikan antara pengiriman bibit secara langsung dengan pengiriman plantlet untuk ditumbuhkan dan dikembangkan disana sebagai bibit cadangan agar efisien dalam pengiriman jumlah bibit,” ungkap Anto.

Anto memaparkan apabila metode tersebut sukses dijalankan, dengan menggunakan simulasi pemberian 5 paket bantuan kebun bibit rumput laut dan 5.000 kg bantuan bibit rumput laut untuk Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Biak Numfor, estimasi produksi rumput laut yang dihasilkan bisa mencapai 12.000 kg dengan melibatkan hingga 50 - 100 orang pembudidaya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi