Pengusaha Advertising di Bali Terlibat Kasus Pajak hingga Rugikan Negara Rp2,28 Miliar

Kamis, 29 April 2021 : 14.37
Tersangka IK menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kesehatan sebelum menjalani proses hukum selanjutnya/Dok.DJP Bali

Denpasar - Seorang pengusaha online advertising IK (37) diduga melakukan tindak pidana pajak yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp2,28 Miliar. Sempat melarikan diri dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), IK akhirnya ditangkap petugas di Malang Jawa Timur.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kanwil DJP Bali Kanwil DJP Bali kemudian menyerahkan tanggung jawab tersangka IK dan barang bukti dugaan kasus pidana pajak yang merugikan negara Rp2,28 Miliar kepada Kejaksaan Negeri Denpasar melalui Kepolisian Daerah Bali di Denpasar pada Rabu, 28 April 2021.

Diketahui, tersangka seorang pengusaha online advertising yang melakukan pengelolaan periklanan di website, diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan.

IK sengaja menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi dan/atau keterangan Tahun Pajak 2015 yang isinya tidak benar atau tidak lengkap.

"Atas perbuatannya tersebut tersangka IK telah menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp2.280.921.952,00 (2,28 miliar)," sebut Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan Kanwil DJP Bali Andri Puspo Heriyanto dalam siaran persnya, Kamis (29/4/2021).

Petugas menyerahkan IK kepada Penuntut Umum untuk dilanjutkan ke tahap Penuntutan dengan dugaan melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Undang-Undang KUP).

Sesuai prosedur sebelum penyidikan, telah dilakukan pengawasan dan pemeriksaan bukti permulaan terhadap Wajib Pajak. Saat dilakukan proses pemeriksaan bukti permulaan.

Wajib Pajak diberkan hak untuk melakukan pengungkapan ketidakbenaran perbuatan sesuai dengan pasal 8 ayat (3) Undang-Undang KUP. Pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dilakukan dengan membayar pajak-pajak yang kurang dibayar beserta sanksi denda.

"Namun demikian tersangka tidak menggunakan hak tersebut sehingga PPNS Kanwil DJP Bali meningkatkan pemeriksaan bukti permulaan ke tahap penyidikan," sambung Andri.

Dalam proses penyidikan Wajib Pajak juga diberikan hak untuk mengajukan permohonan penghentian penyidikan sesuai dengan Pasal 44B Undang-Undang KUP setelah melunasi pajak-pajak yang kurang dibayar beserta sanksi denda.

Tersangka juga tidak memanfaatkan hak tersebut. Tersangka IK (37) sempat melarikan diri dari kewajibannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sejak tahun 2017 dan dimasukkan ke Daftar Pencarian Orang (DPO) pada bulan Desember 2020.

Selanjutnya PPNS Kanwil DJP Bali bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Bali, Seksi Intelijen Kanwil DJP Jawa Timur III, dan Polsek Pakis Kabupaten Malang berhasil menemukan IK 4 Maret 2021 di Malang.

Kini, IK ditahan oleh Penuntut Umum dan ditempatkan di Rutan Polda Bali Jalan WR Supratman 7, Denpasar. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi