MPI IAIN Jember Gelar Roadshow Desain Pembelajaran Inovatif dan Bermutu bagi PAUD

Rabu, 14 April 2021 : 11.27
Roadshow bertajuk "Menebar Manfaat, Menguatkan Potensi" di Aula Pendopo Desa Grenden Kecamatan Puger, Jember Jawa Timur/Ahmad Rizki Aulia

Jember - Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, IAIN Jember menggelar roadshow menyasar sejumlah organisasi guru-guru di tingkat anak usia dini (PAUD) untuk mengenalkan tentang desain pembelajaran yang inovatif dan lebih bermutu.

Roadshow bertajuk "Menebar Manfaat, Menguatkan Potensi" merupakan inisiatif Kepala Raudhatul Athfal Ulul Albab Mangli, Kaliwates, Jember, Siti Maisaroh atau yang kerap dipanggil Bunda Mai ini, bersama suaminya, Nuruddin selaku Kepala Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, IAIN Jember.

"Pertama, dimasa pandemi ini saya terinspirasi membuat karya tulis buku-buku tentang multiple intelegensi tepatnya di bulan maret lalu, alhamdulillah ada 31 buku kami, kami promo ke teman-teman. siapa yang mau kita ajak sharing tentang buku ini," ujarnya di Aula Pendopo Desa Grenden Kecamatan Puger, Jember Jawa Timur, (10/4/2021).

Ia mengungkapkan, kecerdasan itu majemuk, bagaimana kecerdasan majemuk itu bisa teridentifikasi mulai usia dini, maka ini perlu diketahui oleh para pendidik anak usia dini.

Sasaran Roadshow, para guru-guru PAUD, dengan beberapa pengalaman yang sudah dilakukan ini telah mendapatkan beberapa apresiasi oleh Kementerian Agama.

"Kami masuk ke beberapa organisasi guru-guru tingkat anak usia dini seperti IGTK, IGRA, dan HIMPAUDI, atau beberapa lembaga yang menyambut positif, yang memang kami masuk kedalamnya," sambung dia.

Pada tahun 2018, saat ajang lembaga inspiratif yang dilakukan oleh Kementerian Agama, mengantarkan nama RA Ulul Albab hingga mendapatkan anugerah guru kepala berprestasi tingkat nasional.

Penghargaan diberikan berkat dedikasinya dalam mengembangkan potensi anak melalui home visit. Dengan penemuan-penemuan ini, terus dia tebarkan ke masyarakat luas. Tujuannya, untuk 'nasrul Ilmi' ditempatkan ke seluruh guru PAUD, baik dari RA maupun TK.

"Agar mereka memiliki desain pembelajaran yang lebih inovatif dan lebih bermutu lagi yang berdampak pada kecerdasan anak", jelas Maisaroh.

Kemudian, di beberapa tempat di mana para mahasiswa belajar, langsung dipandu Nuruddin, selaku dosen mata kuliah manajemen diklat.

Maisaroh menjelaskan, 'multiple intelegensi' itu pembelajarannya harus dilakukan secara praktek. Kalau hanya sebatas teori, lanjut dia,maka mereka tidak akan mendapatkan pengalaman yang maksimal.

Karena itulah, pihaknya dalam menjalankan praktek tersebut, bekerjasama dengan para mahasiswa. "Contoh konkritnya, kalau anak tidak teridentifikasi kecerdasannya maka guru tidak tahu bagaimana menangani anak," katanya menambahkan.

Dengan begitu, bisa dilakukan identifikasi bakat anak-anak sejak dini. "Kesuksesan itu akan tercapai karena proses pendidikannya tepat, untuk kita berikan pa yang menjadi kebutuhan mereka," tutupnya. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi