Mahasiswa Bali Buka Posko Galang Bantuan Korban Bencana NTT

Rabu, 07 April 2021 : 20.52
Aksi mahasiswa dan masyarakat lainnya tergabung dalam Solidaritas Bali Peduli NTT dilakukan dengan membuka posko bantuan dan menghimpun sumbangan dana di sejumlah titik di Kota Denpasar/Dok.Solidaritas Bali Peduli NTT.

Denpasar - Selama dua minggu mahasiswa Bali membuka posko untuk melakukan aksi penggalangan bantuan bagi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur.

Aksi mahasiswa dan masyarakat lainnya tergabung dalam Solidaritas Bali Peduli NTT dilakukan dengan membuka posko bantuan dan menghimpun sumbangan dana di sejumlah titik di Kota Denpasar.

"Ini inisiatif dari 20 organ kemahasiwaan dan kedaerahan untuk menggalang bantuan. Mulai hari ini kami sudah bergerak di beberapa titik," kata kordinator solidaritas Rian Ngari di Denpasar pada Rabu (7/4/2021).

Bentuk sumbangan yang dikumpulkan berupa dana, makanan, pakaian, popok bayi dan obat - obatan. Selain langsung bergerak di sejumlah titik, juga disiapkan rekening donasi bagi yang ingin menyumbang melalui transfer.

"Bagi yang mau menyumbang bisa berupa dana juga berupa barang. Bisa dengan mendatangi posko atau melalui rekening solidaritas," kata Rian.

Bagi warga yang ingin menyumbang barang bisa diantarkan ke posko bantuan di Hardcoffe, Jln. Raya Puputan nomor 90 A, Renon - Denpasar.

Sedangkan untuk transfer dapat melalui Nomor Rek. BRI 716201012989532 atas nama Rosina Delsiana Megahit, dengan kontak person 081337604882 atas nama Rian Ngari dan 081237262365 atas nama Ocik.

Penggalangan bantuan rencanya dilakukan selama dua Minggu. Nantinya akan terus dievaluasi sesuai kondisi yang berkembang.

Adapun organisasi yang tergabung dalam Solidaritas ini adalah KMHDI, GMNI, PMKRI, GMKI, KAMMI, LMND, SABANA, AMPERA, IKAMASTIM, IMMAPA serta sejumlah organisasi kedaerahan lainnya.

Solidaritas Bali Peduli NTT sendiri masih membuka diri baik kepada organisasi maupun maupun individu yang peduli untuk bergabung.

"Solidaritas Bali Peduli NTT masih membuka diri bagi kawan-kawan yang mau bergabung, makin banyak yang bergabung maka kerja kemanusiaan ini akan terasa lebih ringan," ucapnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi