Literasi Kebencanaan BNPB Minta Warga Siapkan Kaleng di Rumah sebagai Alarm

Senin, 12 April 2021 : 08.13
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat peninjauan lokasi gempa di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampel Gading, Malang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021).

Malang - Sebagai antisipasi kebencanaan BNPB meminta literasi kepada masyarakat terus dilakukan seperti dengan menyiapkan atau meletakkan kaleng di dalam ruangan rumah.

"Masyarakat agar menyiapkan sejumlah kaleng, letakan kaleng didalam ruangan, ketika keleng jatuh saat gempa bisa berfungsi sebagai alarm awal," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo saat peninjauan lokasi gempa di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampel Gading, Malang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021).

Turut hadir mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang Sanusi. Rombongan mengujungi Posko Utama di Kantor Kecamatan Ampel Gading untuk memastikan bahwa proses penanganan berjalan dengan baik.

Doni menyampaikan duka yang mendalam bagi warga yang terkena dampak Gempabumi Selatan Malang.

Disamping itu, BNPB akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak dengan kategori Rusak Ringan (RR) sebesar 10 juta, Rusak Sedang (RS) sebesar 25 juta, dan Rusak Berat (RB) sebesar 50 juta.

Untuk mempercepat proses perbaikan BNPB meminta kepada perangkat daerah setempat untuk melakukan pendataan dan melaporkan sesuai dengan data yang benar.

"Rumah warga yang Rusak Ringan dan Rusak Sedang bisa dilakukan perbaikan dengan cara pemerintah daerah memberikan usulan kepada BNPB dengan nama dan alamat yang akurat," kata Doni.

Bagi bagi warga yang mengalami rusak berat, akan dikoordinasikan dengan Kementrian PUPR untuk mempercepat proses perbaikan.

Ia berpesan untuk warga tetap tenang dan jangan panik. Program-program yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota atau provinsi yg dibantu BNPB, BMKG, Basarnas, TNI-POLRI dan Tim gabungan lainnya harus sering dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan.

Warga diminta agar dilatih dan diberikan edukasi terkait literasi kebencanaan, manfaatkan kearifan lokal untuk mencari ide dan inisiatif.

Dicontohkan, menyiapkan sejumlah kaleng, letakan kaleng didalam ruangan, ketika keleng jatuh saat gempa bisa berfungsi sebagai alarm awal.

Selain itu, kegiatan siskamling juga bisa dilaksanakan setiap malam. Warga berjaga untuk antisipasi risiko yg muncul seperti gelombang tinggi atau gempa. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dibangun oleh masyarakat itu sendiri.

Kepemimpinan perangkat daerah harus bisa mengajak warga untuk lebih siap menghadapi risiko yang akan terjadi. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi