KKP Hasilkan 30 Ton Udang Senilai Rp 2,1 Miliar di Percontohan Klaster Tambak Cianjur

Jumat, 16 April 2021 : 09.45
Panen udang vaname di percontohan tambak klaster di Kabupaten Cianjur Jawa Barat/Dok Humas Tijen Perikanan Budidaya KKP.

Cianjur - Percontohan klaster tambak udang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kecamatan Kertajadi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat menghasilkan panen perdana mencapai 30 ton udang berkualitas ekspor senilai Rp2,1 Miliar.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto menerangkan produksi udang vaname di percontohan tambak klaster di Cianjur selama ini menerapkan prinsip cara berbudidaya yang baik (CBIB). Sehingga udang yang dihasilkan terjamin kualitas dan traceability-nya.

"Sudah berkualitas ekspor, karena sudah memenuhi persyaratan-persyaratan dari sistem cara budidaya ikan yang baik. Biosecurity-nya, traceability-nya, yaitu bisa ditelusuri benihnya dari mana, sudah berserifikat atau belum, bebas penyakit atau tidak.

"Demikian juga pakannya sudah terdaftar. Ini semua sudah memenuhi persyaratan food safety, food security," ujar Dirjen Slamet Kamis 15 April 2021.

Percontohan tambak klaster di Kecamatan Kertajadi luasnya sekitar 4 hektare terdiri dari 15 kolam. Total panen diperoleh sekitar 30 ton dengan nilai sekitar Rp2,1 miliar.

Tambak ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mandiri dengan pengawalan teknologi dari Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang.

Keberhasilan percontohan tambak klaster ini diharapkan menumbuhkan minat masyarakat Cianjur khususnya yang ada di pesisir selatan, untuk menekuni budidaya udang.

Lanjut Slamet, tidak hanya potensi pasarnya yang besar namun proses produksinya juga lebih mudah lantaran sudah ada teknologi pendukung. Pihaknya siap memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat yang ingin terjun ke bidang ini.

Ada juga program pinjaman modal berbunga ringan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) yang dapat diakses oleh masyarakat.

"Kita punya misi bahwa tambak udang yang kita buat ini dicontoh masyarakat hingga berkembang secara berkelanjutan baik dari sisi ekosistem, lingkungan maupun berkelanjutan secara sosial ekonomi," imbuh Slamet. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi