Gelar Madrasah Kader, ISNU Bali Perkuat Perjuangan NU

Jumat, 02 April 2021 : 20.33
Suasana pembukaan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Provinsi Bali/Kabarnusa

Badung - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Provinsi Bali menggelar Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) sebagai media untuk memperkuat kembali pemikiran dan perjuangan NU di Tanah Air.

Kegiatan diikuti 120 peserta yang berlangsung selama dua hari, 2-3 April 2021 di Hotel Mercure, Kuta, Badung.

Wakil Ketua Pengurus Pusat PP ISNU KH Fadli Yasir, MA, menyampaikan MKNU ini dilaksanakan atas amanat Muktamar NU ke-33 di Jombang. Saat itu, para alim ulama berfikrir, harus ada perbaikan dalam amaliah atau perbuatan, fikrah atau pemikiran dan harakah atau gerakan.

Pasalnya, kata Fadli, sudah mulai banyak dirasakan di struktural ada NU rasa Wahabi, NU rasa FPI dan NU rasa HTI. Maka kondisi itu, perlu diperbaiki dan medianya adalah MKNU. Semua struktural dari PBNU sampai ke tingkat struktur bawah harus mengikuti MKNU.

"MKNU ini kaderisasi yang wajib diikuti seluruh warga NU terkhusus di struktural. Karena kalau distruktural bagus maka warganya akan bagus," sambungnya saat menyampaikan sambutan.

Jika struktrual bagus dalam fikrah, amaliah dan harakah, maka gerakan NU akan baik untuk perbaikan umat, gerakan perbaikan bangsa akan menjadi baik pula.

Karena itulah dilakukan gerakan secara massif MKNU sejak muktamar di Jombang. Demikian juga, ISNU setelah kongres kedua di Bandung tahun 2014, menjadikan MKNU sebagai satu-satunya parkaderan anggotanya.

Hal itu menjadi penting karena ISNU, berisikan kader-kader kaum intelektual NU dengan 600 guru besar NU, memimpin 18 perguruan tinggi, 3000 an doktor dan seterusnya.

"Penting bagi ISNU, untuk menjadikan MKNU untuk perbaikan amaliah, fikrah dan harakah," tukasnya. Pendek kata, MKNU menyelaraskan antara amaliah, fikrah dan harakah sebagaimana harusnya NU.

Pada bagian lain, ditegaskan, NU adalah pemilik bangsa ini bukan menyewa. NU bersama dengan kekuatan atau elemen bangsa lain turut berjuang sama-sama berkurban untuk tegaknya NKRI.

"Kita pakai sandal dan sarung, inilah simbolik NU, ketika dianggap pinggiran tetapi kita pemilik bangsa ini," tandas Fadli. Gerakan moderasi di NU harus ditingkatkan. NU memiliki empat konsep, tawassul konsep tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan i'tidal (adil).

"Kita tegak lurus ketika bicara bangsa ini," tukas alumnus IAIN Sumatra Utara ini.

Ditegaskan, NU tetap konsiten sejak dahulu ketika melawan penjajahan Karena itu, NU tegas menyatakan menolak terhadap segala bentuk kekerasan dengan mengatasnamakan agama.

"Umat terbaik adalah berbuat kebaikan dan menjauhkan kemungkaran," tegasnya lagi. Semua agama juga mengajarkan hal itu, di mana umat menjalankan agama dengan baik dan benar sesuai yang diajarkam kitab-kitab sucinya.

Saat memberikan sambutan pembukaan MKNU, Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Bali KH Abdul Aziz menyatakan, keberadaan ISNU sangat diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan akibat pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan, ada beberapa lembaga atau badan otonom atau sayap-sayap NU memiliki tugas dan fungsi masing-masing seperti ISNU.

Setiap badan otonom maupun organisasi induk ulama, tujuannya untuk melakukan kaderisasi atau memahamkan organisasi secara utuh terutama kepada pengurus, agar bisa dilaksanakan bagaimana bisa memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa dan negara.

Dalam MKNU, banyak materi berkaitan dengan keorganisasian, keagamaan dan kebangsaan.

"Sebenarnya ini menjadi tanggungjawab pemerintah, ini kita membantu pemerintah, di dalamnya kita tekankan bagaimana kita melaksanakna kehidupan dan menjaga tradisi yang ada di lingkungan kita, sehingga kebersamaan diantara umat tetap terjalin baik," tandasnya.

Pada bagian lain, Aziz menambahkan, akhir-akhir ini, Indonesia tidak hanya diuji dengan pandemi namun di luar dugaan ada kejadian yang pernah dialami Bali yakni aksi terorisme di Makassar dan teror di Mabes Polri.

"Ini bibit-bibit yang harus kita kikis, NU punya komitmen tinggi baik diminta atau tidak diminta dengan masalah kebangsaan, menjaga NKRI," sambungnya.

Acara MKNU juga menghadirkan Ketua Umum PP ISNU KH Dr Ali Masykur Musa yang akan memberikan materi kepada para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Bali.

Turut hadir Asisten II Pemprov Bali mewakili Gubernur Bali dan para pejabat Polda Bali, KodamIX / Udayana dan tamu undangan lainnya. Masih dalam rangkaian kegiatan setelah MKNU akan dilanjutkan pelantikan kepengurusan ISNU Provinsi Bali pada Minggu 4 April 2021. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi