Cabut Telegram Larangan Menyiarkan Arogansi Anggota, Kapolri Ingin Jajarannya Tampil Tegas dan Humanis

Rabu, 07 April 2021 : 00.00
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo/Dok.Divhumas Mabes Polri

Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mencabut telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal (5/4/2021) terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian.

Untuk itu, Kapolri menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat jika terjadi salah penafsiran terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian.

Listyo membeberkan niat dan semangat awal dari dibikinnya surat telegram yang menuai kontroversial itu. Pihaknya hanya ingin agar jajaran kepolisian tidak bertindak arogan atau menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Dia menginstruksikan agar seluruh personel kepolisian tetap bertindak tegas tapi juga mengedepankan sisi humanis dalam menegakan hukum di masyarakat.

"Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas namun humanis, namun kami lihat ditayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan, oleh karena tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dilapangan," kata Listryo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 6 April 2021.

Dalam telegram yang sempat beredar di masyarakat itu, menimbulkan perbedaan penafsiran dengan awak media atau insan pers.

Kesalahan persepsi dalam hal ini kata Sigit, bukanlah media melarang meliput arogansi polisi dilapangan. Jadi, semangat sebenarnya dari telegram itu adalah pribadi dari personel kepolisian itu sendiri yang tidak boleh bertindak arogan.

Untuk itu, saya merasa perlu meluruskan. Anggotanya yang meminta dirinya untuk memperbaiki diri untuk tidak tampil arogan namun memperbaiki diri sehingga tampil tegas, namun tetap terlihat humanis.

"Bukan melarang media untuk tidak boleh merekam atau menhambil gambar anggota yang arogan atau melakukan pelanggaran," tutupnya. (rhm).

Bagikan Artikel

Rekomendasi