Wagub Bali Apresiasi Kerja Sama PMI dan Industri Pariwisata dalam Ketersediaan Darah

Selasa, 30 Maret 2021 : 00.00
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati/ist

Denpasar - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyambut baik dilaksanakannya Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam ketersediaan darah antara PMI Provinsi Bali bersama PHRI Bali, BHA dan BOC Indonesia.

Acara di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jalan Imam Bonjol Denpasar, Senin (29/3/2021) merupakan untuk meningkatkan kerja sama dalam ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan donor darah, terutama bagi mereka yang berada di wilayah rawan bencana bahkan saat pandemi Covid-19 ini.

Melalui assosiasi para pemiliki hotel dan restora, nantinya akan diarahkan bagi stafnya yang memiliki kesehatan baik untuk berkesempatan mendonorkan darahnya, sehingga saat orang lain membutuhkan PMI Bali sudah siap dengan ketersediaannya.

Wagub Cok Ace yang Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali ini menyatakan, kegiatan donor darah dan kerja sama dengan banyak pihak harus dilanjutkan dengan bersinergi dan berkesinambungan, karena tidak ada seorangpun yang tahu, bencana semacam apa dan terjadinya kapan.

“Sebagai sesama manusia yang bertanggung jawab bagi keberlangsungan hidup sesamanya saya harapkan mau berbagi darah melalui donor-donor yang dilakukan banyak pihak demi kepentingan bersama,” ungkap Cok Ace.

MoU ini adalah sebagai tindak lanjut program Pemerintah sejak lima (5) tahun yang lalu, srhingga sinergitas antara Pemerintah dan pihak swasta perlu didorong untuk meningkatkan rasa kebersamaan, tanggung jawab dan sinergi apalagi saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19 diseluruh dunia.

Diketahui, terapi plasma darah COVID-19 menjadi salah satu perawatan yang dilakukan pada pasien Corona. Metode penyembuhan ini memanfaatkan antibodi di dalam darah pasien sembuh Corona dan diberikan pada pasien COVID-19 yang masih terinfeksi.

Ketua PMI Provinsi Bali I Gusti Bagus Alit Putra menambahkankerjasama ini untuk mempersiapkan PMI Bali dalam menghadapi bencana dan melibatkan semua lini terutama di jajaran pariwisata, dengan mempersiapkan tenaga ahli yang sudah memiliki sertifikat.

"Sehingga apabial terjadi bencana, relawan PMI yang berjumlah hingga ribuan orang ini akan aiap untuk bergerak di masing-masing wilayahnya." kata Alit.

Dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan mampu menumbuhkan semangat dan kesadaran setiap warga Bali untuk ikut mendonorkan darahnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi