Vaksinasi Massal, Wartawan Tabanan Mendapat Giliran Vaksinasi Kedua

Selasa, 16 Maret 2021 : 21.41
Salah seorang Wartawan yang bertugas di Tabanan, mengikuti vaksin ke dua Covid-19 bersamaan dengan kegiatan vaksinasi massal

Tabanan - Kabupaten Tabanan menggelar vaksinasi massal yang melibatkan 432 orang sasaran yang terdiri dari para pelayan publik, budayawan, tokoh Agama, tokoh masyarakat, kader dan para wartawan yang bertugas di Tabanan.

Vaksinasi massal yang dipantau secara daring oleh Presiden Joko Widodo ini, dilaksanakan di Gedung Kesenian Ketut Maria, Tabanan, Selasa (16/3/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengemukakan, total jumlah vaksinasi untuk wilayah Kabupaten Tabanan sampai saat ini sebanyak 16.500 dosis dengan rincian, Vaksin tahap 1 sejumlah 7.200 dosis, Vaksin tahap 2 sejumlah 1.300 dosis dan Vaksin tahap 3 sejumlah 8.000 dosis.

"Sementara data vaksinasi hingga saat ini sebanyak 11.139 orang, yang terdiri dari lansia, tokoh masyarakat, hingga pelayan publik dengan rincian, Vaksinasi tahap 1 sejumlah 8.084 orang dan Vaksinasi tahap 2 sejumlah 3.055  orang," paparnya.

Menurut Kadiskes Nyoman Suratrmika, berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Tabanan, dosis vaksin Covid-19 yang sudah terpakai sebanyak 11.139 dosis, dan tersisa 5.361 dosis yang bisa digunakan untuk 2.680 orang.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang hadir langsung dalam kegiatan vaksin massal tersebut mengakui, minat warga Tabanan untuk mengikuti vaksin Covid-19 cukup tinggi. Namun di sisi lain jumlah vaksin yang diberikan oleh pemerintah pusat masih sangat terbatas.

"Mengenai ketersediaan vaksin kita akan terus berkoordinasi dengan pusat. Bersyukurnya Indonesia adalah salah satu negara yang lebih awal memesan dan melakukan vaksinasi.

Negara kita bukannya tidak sanggup membeli vaksin, tetapi perusahaan yang memproduksi vaksin saat ini sedang kewalahan memenuhi permintaan negara seluruh dunia.

Astungkara Indonesia sudah lebih dulu memesan dan nantinya secara bertahap akan tersedia," jelasnya setelah memantau proses vaksinasi massal. (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi