Situs Diduga Peninggalan Kerajaan Singosari Ditemukan di Lereng Gunung Bromo

Selasa, 02 Maret 2021 : 12.14
Warga menemukan situs bersejarah diduga peninggalan Kerajaan Singosari di tengah area kebun Strawberry Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo/Kabarnusa

Probolinggo - Situs diduga benda peninggalan Kerajaan Singosari ditemukan warga di tengah area kebun Strawberry Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Mendengar hal itu, pemerintah desa setempat, langsung mensterilisasi lokasi penemuan dengan garis larangan masuk, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Dari keterangan dihimpun Kabarnusa.com, situs tersebut berupa tumpukan batu paras yang tertata rapi menyerupai kolam, berukuran 4×2m diameter. Batu paras berbentuk huruf X sekitar 30 × 60 cm.

Pada permukaan atas batu, banyak yang sudah retak. Situs itu diduga kolam pemandian atau tempat kramasi.

Kepala Desa Sapikerep, Suwandi, mengungkapkan sebelumnya, Sejarawan Tengger ada yang menduga benda itu peninggalan Kerajaan Singosari yang berdiri tahun 1222 silam dan sudah terendam dalam tanah selama 800 tahun lebih.

Sebelumnya, warga juga menemukan sebuah prasasti yang menyebutkan, masa Kerajaan Singosari Tahun 2010. Dia juga menjelaskan, di Sapikerep ini memang terdapat sebuah kadipaten yang namanya Kadipaten Tengger.

Temuan ini, berawal dari anak-anak Bumdes Desa Sapikerep yang menemukan sebuah bukti bahwa dimungkinkan bukti ini adalah tempat pemandian.

"Dan temuan ini, telah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan untuk sementara kebun Strawberry ditutup bagi wisatawan," jelas Suwandi dalam keterangannya, Selasa (2/3/2021).

Temuan itu juga sudah dilaporkan kepada bupati dengan tembusan Kepala Dinas Pariwisata. Jika temuan itu memang positif, peninggalan zaman kuno maka kebun strawberrynya akan ditutup sementara.

Kata Suwandi, akan dilakukan pembahasan bersama dengan stakeholder, untuk menyiapkan tempat atau obyek wisata di sekitarnya mengingat kebun ini merupakan paket asri desa setempat.

"Nanti semua akan dilindungi termasuk penemuan situsnya.penemuan ini juga akan dilaporkan ke Balai pelestarian cagar budaya Trowulan Mojokerto agar dilakukan penelitian soal keaslian batu dan tahun pembuatannya," demikian Suwandi. (ron)

Bagikan Artikel

Rekomendasi