Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, Gubernur Koster: Momentum Mohon Anugerah Kemakmuran

Senin, 29 Maret 2021 : 08.30
Gubernur Bali, Wayan Koster saat melaksanakan persembahyangan Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Purnama Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Bangli/ist

Amlapura - Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Ulun Danu Batur, Bangli menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memohon anugerah kemakmuran.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan itu saat melaksanakan persembahyangan Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Purnama Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Bangli.

Turut memdampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta Kapolda Bali Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra. Semua yang hadir, berdoa memohon agar Jagad dan Krama Bali rahayu, selamat, sehat, nyaman, aman, dan damai dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

Persembahyangan Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih yang dipuput langsung oleh 7 Sulinggih, diantaranya Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, Ida Pedanda Gde Nyoman Jelantik Duaja, Ida Pedanda Gede Abang, Ida Pedanda Gede Tulikup, Ida Pedanda Gde Kerta Yoga, Ida Pedanda Gde Abah, dan saat melaksanakan persembahyangan di Pura Lempuyang Madya, Karangasem, pada Purnama Sasih Kadasa, Minggu (Redite, Pon Julungwangi), Minggu 28 Maret 2021.

Dalam persembahyangan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Pecalang, karena telah tertib mengatur para pemedek mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) saat pelaksanaan persembahyangan berlangsung.

Lebih lanjut Wayan Koster di Pura Ulun Danu Batur merasa bersyukur, karena Umat Hindu yang melakukan persembahyangan juga secara langsung melakukan prosesi Nunas Tirta Pengusaban dengan menghaturkan Upakara Salaran yang berisi 1 ekor ayam, 1 ekor itik, jajan bali, buah – buahan hasil perkebunan yang dikemas dan disesuaikan sesuai Desa Kala Patra.

"Sehingga upacara ini menjadi momentum oleh umat Hindu, khususnya Krama Subak di Bali untuk memohon anugerah Ida Bhatari Danu sebagai lambang kemakmuran yang juga sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali," ungkapnya.

Visi itu diwujudkan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru berdasarkan adat, tradisi, seni dan budaya dengan menerapkan nilai – nilai kearifan lokal Bali Sad Kerthi yang terdiri dari Atma Kerthi (penyucian jiwa), Danu Kerthi (penyucian sumber air), Wana Kerthi (penyucian tumbuh tumbuhan), Segara Kerthi (penyucian laut), Jana Kerthi (penyucian manusia), dan Jagad Kerthi (penyucian alam semesta).

Persembahyangan ini untuk memohon tuntunan agar visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dapat dilaksanakan dengan baik.

"Sehingga kebijakan dan program pembangunan untuk kepentingan masyarakat Bali dapat berjalan dengan lancar dan sukses, meskipun masih berada dalam suasana pandemi Covid-19,” ujar mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Turut mendampingi, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, I Gede Dana serta I Wayan Artha Dipa, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara, Kepala Biro Hukum dan HAM Provinsi Bali, IB Gede Sudarsana, Penyarikan Agung MDA Bali, Ketut Sumarta dan Rektor UNHI, Prof. Dr. I Made Damriyasa. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi