Program Bali Bangkit, BPR Lestari Siapkan Dana Kredit Rp1,2 Triliun

Kamis, 25 Maret 2021 : 23.00
Pribadi Budiono (tengah) pada acara Peluncuran Program Bali Bangkit BPR Lestari secara virtual melalui Zoom Meeting/ist

Denpasar - Dalam mendukung upaya membangkitkan perekonomian saat pandemi Covid-19 BPR Lestari Bali telah menyiapkan dana kredit hingga Rp1,2 Triliun bagi para pengusaha dalam “Program Bali Bangkit”.

Diketahui, dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan terpuruknya perekonomian termasuk Bali yang tergantung sektior pariwisata.

Kondisi yang berjalan setahun lebih itu mendasari tekat kalangan perbankan khususnya BPR Lestari untuk berkontribusi. Sejak berdiri tahun 1999 di Bali, kinin BPR Lestari telah kini memiliki aset hampir Rp7 Triliun.

CEO BPR Lestari Bali, Pribadi Budiono mengakui, meski nilainya tidak besar untuk recovery ekonomi Bali yang mungkin membutuhkan dana sekitar Rp20-30 Triliun, tapi setidaknya ini bisa sebagai trigger bagi kebangkitan ekonomi Bali.

"Pengusaha bisa menata kembali, menghidupkan kembali usahanya,” ucap Pribadi Budiono pada acara Peluncuran Program Bali Bangkit BPR Lestari secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (25/3/2021).

Jika pelaku usaha kembali menggeliat tentunya, kesejahteraan masyarakat Bali akan terwujud.

Diketahui, Bali memiliki kekuatan Taksu yang membedakan daerah atau negara lain, sehingga harus dijaga. Para pengusaha Bali harus menjaga asetnya, agar jangan sampai berpindah ke orang luar.

Peluncuran Program Bali Bangkit BPR Lestari dihadiri Ketua Umum KADIN Bali I Made Ariandi, Ketua Umum BPD HIPMI Bali Pande Agus Permana Widura dan Wakil Sekretaris PHRI Bali Agek Parwati.

Peluncuran Program Bali Bangkit BPR Lestari dihadiri Ketua Umum KADIN Bali I Made Ariandi, Ketua Umum BPD HIPMI Bali Pande Agus Permana Widura dan Wakil Sekretaris PHRI Bali Agek Parwati/ist.

Ariandi menyatakan, dampak pandemi ini tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tapi juga turunannya. Dirinya mengapresiasi program BPR Lestari karena ini sangat membantu. Hanya saja perlu dipikirkan bunganya agar tidak terlalu tinggi.

Senada dengan itu, Pande Agus Permana Widura menyampaikan sekitar 13 bulan pengusaha dan masyarakat mengalami kondisi sulit. Pengusaha pun melakukan restrukturisasi hingga top up agar bisa bertahan.

Dia mengapresiasi langkah BPR Lestari, dengan harapan bisa menjadi penyemangat, karena Bali memang butuh perlakuan khusus. "Pengusaha perlu melakukan diversifikasi bisnis, namun tentunya butuh dana tambahan,” sambunhnya.

Agek Parwati dari PHRI menuturkan, pengusaha hotel dan restoran sampai saat ini sudah cukup bersabar dengan situasi sekarang. Meskipun tidak tahu sampai kapan berlangsung.

Kata Agek, para pengusaha tetap berusaha agar tidak sampai menjual aset mereka. Dengan kondisi seperti itu, pihaknya berharap BPR Lestaru turut membantu pengusaha dengan bantuan pinjaman lunak.

Masalah dihadapi PHRI juga sudah disampaikan ke Kemenparekraf dengan harapan ada program riil pusat untuk Bali sehingga bisa bangkit. Pada bagian akhir Agek berharap Program Bali Bangkit dari BPR Lestari diikuti bank lainnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi